(Ki-ka : Oop dan Aku, makan rambutan Jantho)
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | Leave a Comment »
(Ki-ka : Oop dan Aku, makan rambutan Jantho)
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | Leave a Comment »
Bukan Meteor Garden (Ki-Ka, Ozan, Tris, Aku dan Sugeng)
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | Leave a Comment »
Perjalanan pastilah tak mesti jauh. Apalagi jika itu untuk memaknai diri, lebih – lebih untuk meningkatkan perbaikan diri. beberapa waktu yang lala, aku bersama teman-teman ke Jantho, sebuah lokasi wisata di Nanggroe Aceh Darussalam. perjalanan sangat penuh dengan nilai -nilai perubaham dan keteladanan. melihat bagaimana keluarga-keluarga transmigrasi di Aceh berjuang dan memenuhi kebutuhan mereka, membuat makanan yang [...]
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | Leave a Comment »
(sayur asem, nasi bakul, lalapdan sambal, ikan bakar)
Berlibur. Kata-kata tersebut, tentu sudah biasa dab menjadi bahasan sehari hari di akhir pecan. Deminian juga dengan Aku dan temen-teman yang selama seminggu lebih disibukan dengan kepenatan dan padatnya jadwal kegiatan dan kerja, yang menuntut intensitas energi dan fikiran yang full. Akhir pekan saatnya berlibur….Tujuan kami kali ini [...]
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | Leave a Comment »
1
Pada matamu yang bening, Ibu
aku melihat lautan jauhKurasakan gelora semesta dalam kerut kelopak yang mulai menuaMengenal hati dan perasaanKetika aku tak bisa lagi menawar marahmu
2
Kucoba obatiPerihLukaCerca yang mengembaraKetika kau mulai dipaksaMenjual namamu untuk sebuah keangkuhan yang harus digadaikan
3
Kulihat jejak-jejak langkah kecil tertatih dalam letih matamuBerkelana di ratusan jiwa
Menghadirkan cinta tanpa Cinta. Kutemukan semesta berhenti dalam [...]
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis, Puisi, Uncategorized | Leave a Comment »
Bulan lalu sya ketemu seorang wanita warga negara asing, namanya Sarah Henderson. ia seorang janda berusia 60 tahun, pensiunan, tinggal di New York Amerika Serikat. Setelah bencana tsunami menghempas Aceh, dia mencairkan tabungan pensiunnya dan pergi ke negeri Serambi Mekkah ini. Dengan uangnya sendiri ia membangun kembali rumah-rumah warga Lamno, di Aceh Jaya. Selama setahun [...]
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | Leave a Comment »
Wealth without work
Politics withour principles
Business without morality
Scinece without humanity
Pleasure without conscience
Knowlegde without character
Worship without sacrifice
________________(Mahatma Gandhi)_______________
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | Leave a Comment »
BERITA KEPADA KAWAN
Kamis, 25 Oktober 2007 SEHATKAH ORGANISASI KITA? Di antara parameter yang dapat kita gunakan untuk mengukur keberhasilan BRR dalam menjalankan tugas-tugasnya, adalah kesehatan organisasi kita. Seperti juga terjadi pada manusia, kesehatan organisasi BRR akan menentukan produktivitas dan efektivitas kerja kita. Kesehatan manusia dapat diketahui dengan memeriksa apakah semua organ tubuh berfungsi dengan baik. Jika semua [...]
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | Leave a Comment »
Telpon Berdering ucap selamat
ratusan sms mengalir, panjatkan syukur
Tiup lilin bersama istri dan anak
makin dewasa, makin tua
makin bijak bertindak
makin dewasa melangkah dan berfikir
butuh doa dan do’a
untuk cinta-Nya
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | 1 Komentar »
BAGAI tidak ada lagi kenyamanan menyaksikan matahari terbenam di Pantai Ujong Batee, Banda Aceh. Padahal, di pantai ujung Pulau Sumatera itu adalah posisi yang paling tepat menyaksikan matahari terbenam di laut Samudera Hindia. Di sebelah kanan dari posisi Pantai Ujong Batee hanya ada Pulau Weh di laut bebas persis di pintu masuk Selat Malaka, sementara [...]
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | Leave a Comment »