Posted on Februari 18, 2008 by hendrasyahputra
Pengalaman dan keadaan adalah paparan emosi yang seharusnya murni
Paparan emosi adalah bahan mentah, berkah dari kota bertuah
Berkah untuk 4 mata, 4 telinga, 2 kepala, membuat mahakarya agung menjadi nyataKata mereka: kata-kata hanyalah kata-kata, demikian juga tulisan, hanyalah manifestasi dari bahasa
Jikalau mereka tahu, aku bisa menelanjangi diriku sekalipun tetap berpakaian utuh, melalui kata dan tulisan,
mereka mungkin [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »
Posted on November 13, 2007 by hendrasyahputra
1
Pada matamu yang bening, Ibu
aku melihat lautan jauhKurasakan gelora semesta dalam kerut kelopak yang mulai menuaMengenal hati dan perasaanKetika aku tak bisa lagi menawar marahmu
2
Kucoba obatiPerihLukaCerca yang mengembaraKetika kau mulai dipaksaMenjual namamu untuk sebuah keangkuhan yang harus digadaikan
3
Kulihat jejak-jejak langkah kecil tertatih dalam letih matamuBerkelana di ratusan jiwa
Menghadirkan cinta tanpa Cinta. Kutemukan semesta berhenti dalam [...]
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis, Puisi, Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on September 18, 2007 by hendrasyahputra
Dari Mustafa Ismail
dalam diammu aku terharu menterjemahkan sejumlah malam
berbaris dalam bahasa dan kenyataan laut
kau melempar aku dalam keheningan terhebat
memandang diri sendiri bercermin matamu
hingga berkali-kali aku minum kehangatan
yang aku sendiri tidak pernah mengertiketika kau katakan hari adalah kesunyian
aku pun terlempar dalam sumur yang kau sediakan
mencoret-coret puisi tentang diri sendiri
yang kehilangan di sejumlah perjalanan
juga tentang perempuan yang [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | 2 Komentar »
Posted on September 17, 2007 by hendrasyahputra
Saya sangat menyenangi puisi. Sejak sekolah dasar saya sudah terbiasa menulis. Sajak adalah bahagian tulisan yang saya sukai. Menulis sajak atau puisi seperti menulis keinginan hati yang mengganjal serta kondisi lain yang tengah terjadi. Banyak prestasi yang sedikit banyak teroreh dari sastra dan puisi dalam kehidupan saya. Selain itu saya juga suka membaca puisi, memusikalisasikan [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »
Posted on September 3, 2007 by hendrasyahputra
Testimoni Dari Seorang Loftarasa
Matahari terlalu pagi mengkhianati
Pena terlalu cepat terbakar
Kemungkinan terbesar sekarang, memperbesar kemungkinan pada ruang ketidakmungkinan
Sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satupun sudut kemungkinan
untuk kemungkinan untuk berkata tidak mungkin
Tanpa darah mereka mengering
Sebelum mata pena berkarat dan menolak kembali terisi Sebelum semua paru disesaki tragedi dan pengulangan menemukan maknanya sendiri
Dalam pasar dan [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »
Posted on Juni 20, 2007 by hendrasyahputra
Sepenggal Kisah Kualamatkan Padamu
(Kasih Adinda…)
Sewindu telah lewat, apa yang ingin didusta?
pada bening mata
pada langit kita agar gelombang tak berdentaman,
dalam dada nestapa
Dalam darah buncah meruah gelombangkan gelisah kalut
Seperti laut dalam tatapmu memagut
Demikian gairah itu jika meraung gelisah
Katakan di jejak kaki yang kau tinggalkan
Biar aku telusuri di peta kasih itu hingga penghabisan
Siapa yang bisa [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »
Posted on Juni 11, 2007 by hendrasyahputra
Bibir merah jambu
kilau mata cerdas dan mesra milikmu
adalah anugrah yang agung dari-Nya
Kisah indah
kisah yang kita tulis bersama skenarionya
dalam dokumen dokumen cinta
keagungan
keangkuhan
keghelisahan
kerinduan
adalah ramuan magis yang turut membentuk
Kaukah yang mengetuknya
atau aku yang membukanya
Bilur bilur bening itu
kini menjadi miliku selamanya
kasih ini untukmu selamanya
Cinta itu kutemukan semakin dalam
Untuk Yang Terkasih, my special woman
DIarsipkan di bawah: Puisi | 3 Komentar »
Posted on Juni 7, 2007 by hendrasyahputra
Mencari-Mu dalam semua epilogku
Kuhancurkan dan leburkan sepi dalam diamku
Kutahu….
Kusepakati tak ada siksa dan sisa dalam jiwaku Jiwa kautawar membuat emas
Rangkaian indah adalah perjuangan suci dan damai
Aku membaca kisah perjuangan itu Pada-Mu cinta
Aku luapkan segala emosi rindu
Membaca setiap detak napas dalam ratebku
Pada-Mu……
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »
Posted on April 18, 2007 by hendrasyahputra
Jakarta – Medan, Maret 2007
Memandang pada yang lain sendiri
Tinggal seperempat detik lagi, dialog sunyi akan bernyanyi
bilur bilur sesal tak lagi mampu terampuni
Dan sajak-sajak lahir dari ketakutan yang mendalam
Pertautan seperti seutas tali lagi yang tak mampu dibatasi
Mimpi itu meneteki tanah hitam dengan seribu bahasa
Wahai,..inilah kenyataannya
Ketika jalan jalan hitammu hitam yang senyap
Meniti pada tahun tahun gerimis yang [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »
Posted on April 18, 2007 by hendrasyahputra
Kepada Ibuku, Kepadamu Indonesia
I
Pada matamu yang bening, Ibu..
aku melihat lautan jauh
Kurasakan gelora semesta dalam kerut kelopak yang mulai menua
Mengenal hati dan perasaan
Ketika aku tak bisa lagi menawar marahmu
II
Kucoba obati
Perih, Luka, Cerca yang mengembara
Ketika kau mulai dipaksa
Menjual namamu untuk sebuah keangkuhan yang harus digadaikan
III
Kulihat jejak-jejak langkah kecil tertatih dalam letih matamu
Berkelana di ratusan jiwa
Menghadirkan Cinta tanpa [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | 2 Komentar »