<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The Journey Of Hendra</title>
	<atom:link href="http://hendrasyahputra.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hendrasyahputra.wordpress.com</link>
	<description>sebuah catatan perjalanan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Jan 2010 12:51:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hendrasyahputra.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>The Journey Of Hendra</title>
		<link>http://hendrasyahputra.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hendrasyahputra.wordpress.com/osd.xml" title="The Journey Of Hendra" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hendrasyahputra.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Berita Kepada kawan</title>
		<link>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2010/01/22/berita-kepada-kawan-3/</link>
		<comments>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2010/01/22/berita-kepada-kawan-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 12:51:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrasyahputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrasyahputra.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Sepuluh tahun lalu seorang pemikir bernama Francis Fukuyama melansir sebuah buku yang sempat menjadi pembicaraan luas di seluruh dunia, berjudul “Trust”. Salah satu bagian penting dari buku itu mengupas tentang apa yang disebutnya sebagai “social capital” atau modal sosial. Fukuyama mendefinisikan modal sosial sebagai norma informal yang dapat mendorong kerjasama antar anggota masyarakat. Dalam kehidupan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=170&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepuluh tahun lalu seorang pemikir bernama Francis Fukuyama melansir sebuah buku yang sempat menjadi pembicaraan luas di seluruh dunia, berjudul “Trust”. Salah satu bagian penting dari buku itu mengupas tentang apa yang disebutnya sebagai “social capital” atau modal sosial. Fukuyama mendefinisikan modal sosial sebagai norma informal yang dapat mendorong kerjasama antar anggota masyarakat.</p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari, modal sosial akan tampak dari suasana saling percaya antar warga masyarakat. Ada hubungan erat antara modal sosial dengan tingkat kesejahteraan suatu masyarakat atau bangsa. Negara atau bangsa-bangsa yang tingkat kesejahteraannya tinggi adalah bangsa-bangsa yang memiliki modal sosial tinggi.</p>
<p>Argumennya, rasa saling percaya antar warga masyarakat dan kemauan untuk bekerjasama menyebabkan ”biaya transaksi” dan ”biaya kontrol” menjadi rendah, dan hasilnya adalah kehidupan yang lebih efisien dan produktif. Dengan demikian, sumber daya yang ada, dapat dioptimalkan untuk melakukan kegiatan yang membangun nilai tambah bagi kehidupan masyarakatnya.   Melalui kegiatan yang membangun nilai tambah inilah maka multiplier effects bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dapat terwujud..</p>
<p>Sementara itu, dalam tatanan masyarakat yang rasa saling percayanya rendah, diperlukan perangkat kontrol yang berlapis-lapis. Anggota masyarakat sibuk memperjuangkan kepentingan diri, sementara ruang untuk saling memberi sangat sempit. Proses kreatif untuk menemukan cara-cara baru dalam menjalankan kehidupan terhambat, karena setiap inisiatif akan disikapi dengan curiga, bahkan antipati. Sumber daya dan energi yang dimiliki masyarakat dan negara banyak dihabiskan untuk kegiatan yang tidak menghasilkan nilai tambah. Kehidupan keseluruhan menjadi sulit, boros, dan membebani warga.</p>
<p>Masyarakat yang seperti ini sulit untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmurannya. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan atau menurunkan ”cadangan” modal sosial, antara lain faktor sejarah, kebudayaan, dan pendidikan. Yang paling menarik adalah bahwa agama dan globalisasi disebut sebagai sumber penting bagi peningkatan modal sosial. Agama (agama apapun) merupakan sumber bagi tumbuhnya nilai-nilai luhur yang menumbuhkan rasa saling percaya dan keinginnan kerjasama. Sedangkan globalisasi memaksa warga dunia untuk berinteraksi dan hidup bersama. Membangun kembali Aceh dan Nias, sungguh memerlukan modal sosial yang sangat besar. Jika masyarakat Aceh relijius, dan jika bencana Tsunami telah membawa Aceh dan Nias ke dalam komunitas global; bisakah kita berharap suasana ini menjadi persemaian bagi tumbuh suburnya modal sosial?. Waktu jualah yang akan menguji.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrasyahputra.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrasyahputra.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrasyahputra.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrasyahputra.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrasyahputra.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrasyahputra.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrasyahputra.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrasyahputra.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrasyahputra.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrasyahputra.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrasyahputra.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrasyahputra.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrasyahputra.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrasyahputra.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=170&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2010/01/22/berita-kepada-kawan-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e323ac503c5eb465dec3c84228d5a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrasyahputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hillary, Logika Amerika dan Semangat Kemenangan</title>
		<link>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2010/01/21/hillary-logika-amerika-dan-semangat-kemenangan/</link>
		<comments>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2010/01/21/hillary-logika-amerika-dan-semangat-kemenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 18:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrasyahputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrasyahputra.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Kamis *19/02/09. Jam di tangan saya menunjukan pukul 09.00 WIB. Saya duduk di depan TV, yang channel siaranya saya arahkan ke RCTI, yang jam ini menayangkan siaran langsung acara music Dahsyat. Jika tidak hari Sabtu dan Minggu, saya jarang menonton acara tersebut (karena beradu dengan jam kantor), namun kali ini saya siapkan waktu, karena bintang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=152&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p>Kamis *19/02/09. Jam di tangan saya menunjukan pukul 09.00 WIB. Saya duduk di depan TV, yang channel siaranya saya arahkan ke RCTI, yang jam ini menayangkan siaran langsung acara music Dahsyat. Jika tidak hari Sabtu dan Minggu, saya jarang menonton acara tersebut (karena beradu dengan jam kantor), namun kali ini saya siapkan waktu, karena bintang tamunya Hillary Clinton</p>
<p>Siapa yang tak mengenal Hillary. Perempuan sempurna, cantik dan cerdas itu, pernah menjadi istri orang nomor satu Amerika, Bill Clinton, beberapa tahun yang lalau. Kecerdasannya diyakini banyak orang penjadi kunci utama kemenangan Presiden Bill Clinton, pada saat kampanye pemilihan Presiden Amerika, saat itu<span id="more-152"></span></p>
<p>Alasan kuat saya menonton acara tersebut, saya ingin melihat , bagaimana Hillary menyampaikan kesan dan apa yang dia lakukan setelah kekalahanya merebutkan kursi untuk diajukan menjadi presiden Amerika di musim pemilu November yang lalu. Yang menjadi ketidaksabaran saya lagi, melihat bagaimana Bu Hillary bisa menjadi tokoh humble, ketika kalah di pemilihan kursi calon presiden terhadap rival bersaing nya pak Obama….hmm so great person</p>
<p>Dalam percakapan yang di pandu penyiar RCTI, Isyana Bagus Oka, juga dibantu artis cantik Luna Maya, tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton mengumumkan bahwa era baru bagi Amerika telah tiba. Mantan ibu negara AS itu berjanji akan menerapkan diplomasi yang kuat sebagai alat terbaik untuk menjaga keamanan AS di masa mendatang.</p>
<p>“Saya yakin dengan segenap hati saya bahwa ini era baru bagi Amerika,” seru Hillary yang disambut sorak-sorai meriah para staf Departemen Luar Negeri (Deplu) AS. Demikian katanya</p>
<p>Hillary menyerukan mereka untuk bekerja bersama secara tim. “Kami ingin mengirimkan pesan jelas dan tegas: Ini sebuah tim dan mereka anggota tim itu,” tegas istri mantan presiden Bill Clinton itu</p>
<p>Yang mengharukan adalah, ketika Isyana Bagus Oka, menanyakan, apakah Hillary kecewa ketika kalah dari Omaba, sebeluim diajukan jadi calon presiden Amerika? Jawabanya Hillari, ya.</p>
<p>Tapi yang mengagetkan lagi, Hillary dengan tegas mengatakan, kelecewakan itu secara sportif membuat ia lebih maju dan bekerja keras di kampanye-kampanye Obama, membantu Obama agar menang di pemilihan presiden Amerika Serikat periode ini.</p>
<p>Tentu tidak semua manusia, mau dengan jujur dan dada lapang membantu lawan nya untuk sama0-sama memajukan Negara itu. Tapi Hillary m,enunjukan sportivitas yang luar biasa. Hmmm sya berdecak kagum, bisakah calonm pemimpin di negeri kita ini, bebesar jiwa setelah kalah? Siapa yang tau? Karena sampai saat ini belum keliatan contoh konkrit nya.</p>
<p>Hillary juga menuturkan, dirinya bakal banyak meminta pendapat para stafnya. Hillary bahkan menyambut terbuka jika terjadi perdebatan dalam menyusun kebijakan luar negeri AS.</p>
<p>Selaku Menlu, Hillary dihadapkan pada segudang masalah. Mulai dari perang di Irak dan Afghanistan, konflik Israel-Palestina, masalah perubahan iklim, konflik di Afrika dan upaya-upaya untuk memulihkan imej AS yang memburuk.</p>
<p>“Saya bangun di pagi hari bukan cuma untuk berpikir soal ancaman dan bahaya, yang memang nyata. Saya juga berpikir tentang apa yang bisa kita lakukan,” tegas Menlu ke-67 AS itu.</p>
<p>(dengan senyum mengembang Hillary menceritakan dia butuh alunan music Clasik untuk membantunya bekerja sehari hari. Ia meyakini musik tersebut bisa membuatnya tenang dan berkosentrasi kuat menyelesaikan pekerjaanya. Ia juga menceritakan kalau Pak Clinton suka music jazz dan rock and roll sambil bekerja… hmmm…so sweet)</p>
<p>Hari ini mungkin akan jadi salah satu hari paling dikenang bagi Hillary Clinton. Betapa tidak, jauh-jauh terbang dari Amerika Serikat, mampir di Jepang, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat si sambut hangat di Indonesia</p>
<p>Untuk lawatannya selama dua hari (18-19/02). Berbagai isu global menjadi agenda pembicaraan dengan para pejabat tinggi Indonesia. Diantaranya, krisis finansial, keamanan hingga masalah perubahan iklim (climate change). “Kunjungan Menlu Clinton yang dilakukan pada awal pemerintahan Presiden Obama menegaskan semakin pentingnya Indonesia bagi Amerika Serikat,” kata Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Cameron R. Hume, sebagaimana dilansir usembassyjakarta.org.</p>
<p>Hillary Clinton akan bertukar pandangan mengenai hubungan AS-Indonesia yang terus berkembang, termasuk kerjasama di berbagai bidang penting seperti pendidikan, keamanan regional, lingkungan hidup, perdagangan dan kesehatan.</p>
<p>Dalam kunjungannya di Indonesia, diharapkan Hillary dapat melihat secara langsung bagaimana Indonesia telah berubah menjadi sebuah negara demokrasi yang stabil dan moderat di dalam wilayah ASEAN. Ini tentu menunjukkan adanya pengakuan AS terhadap Indonesia sebagai negara yang mempunyai peran internasional dalam memecahkan krisis ekonomi global.</p>
<p>Sebelum sampai ke RCTI, Hillary bercerita mengunjungi sekolah SD Obama di Menteng. Hillary mengaku senang bisa mengunjungi sekolah Obama kecil. Di depan penonton yang jumlahnya pasti jutaan di Indonesia, Hillary mengaku siap membantu Pak Obama, membangun ekonomi dunia yang di ujung kecemasan, serta terwujudnya perdamaian abadi di dunia. Semoga</p>
<p>Satu hal yang saya petik sebagai leasson learn, adalah menjadi orang yang semangat membantu pesaing , jika kalah bersaing. Hillary oh Hillary, perempuan cerdas itu sangat Stay Humble.</p>
<p>Siapa yang mau ikut?????</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrasyahputra.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrasyahputra.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrasyahputra.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrasyahputra.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrasyahputra.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrasyahputra.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrasyahputra.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrasyahputra.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrasyahputra.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrasyahputra.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrasyahputra.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrasyahputra.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrasyahputra.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrasyahputra.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=152&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2010/01/21/hillary-logika-amerika-dan-semangat-kemenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e323ac503c5eb465dec3c84228d5a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrasyahputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takdir : Berjuang untuk berserah</title>
		<link>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2010/01/21/takdir-berjuang-untuk-berserah/</link>
		<comments>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2010/01/21/takdir-berjuang-untuk-berserah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 18:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrasyahputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Humanis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrasyahputra.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[(testimoni untuk Achsan Indriadi) “Kataballohu maqoodiirol kholaaiqo qobla ayyakhluqossamaawaati wal ardho bi khomsiina alfa sanatin. (Allah telah menulis qodar-qodar nya makhluk limapuluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi – H.R. Muslim dalam Kitabul Qodar)” *** Sore itu tidak sama seperti sore yang lain. Di dalam benak ku, semua mendadak menjadi gelap. “Masya Allah”, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=149&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p>(testimoni untuk Achsan Indriadi)</p>
<p>“Kataballohu maqoodiirol kholaaiqo qobla ayyakhluqossamaawaati<br />
wal ardho bi khomsiina alfa sanatin. (Allah telah menulis qodar-qodar nya makhluk limapuluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi – H.R. Muslim dalam Kitabul Qodar)”</p>
<p>***<br />
Sore itu tidak sama seperti sore yang lain. Di dalam benak ku, semua mendadak menjadi gelap. “Masya Allah”, lafadz ku dalam hati dengan bibir bergerak. Aku kaget luar biasa. Kabar yang kudapat dari e-mail,dari sabahat yang sudah seperti adik ku sendiri Dawud Abd, benar-benar membuat sekujur tubuhku lemas seperti tak bisa di gerakan. Achsan Indriadi, sahabatku yang baik divonis dokter terkena penyakit yang sekarang paling ditakuti, H5N1 alias flu burung. Penyakit yang mematikan. “Ya Allah”, kami pasarah padamu. Aku terduduk lemas, semua mendadak gelap dalam benak ku.<span id="more-149"></span></p>
<p>“Kenapa harus Achsan? Kenapa tidak yang lain nya? Kenapa bukan koruptor? Kenapa bukan teroris? Kenapa..kenapa?? kenapa???.” Kalimat Tanya itu menyeruak seperti tak berhenti dan tidak menemukan tanda titik untuk menghentikan nya. Zikir dan do’a selepas sholat ashar, semakin kurasa kuat sekali. Bahkan aku merasakan do’a-do’a yang kulafaldzkan sangat bertenaga. aku berusaha berdamai dengan jiwaku (Allah, pertolonganmu pasti dekat)</p>
<p>Achsan, adalah seorang pekerja di sebuah perusahaan swasta di bilangan Jakarta Utara. Dalam setahun ini (2009), Achsan, seperti ceritanya padaku, merasa sedang dicoba oleh Allah. Ia juga bilang sedang merasakan manisnya keimanan, sampai dia merasa sekarat. Lelaki kelahiran 15 November 1973 itu berkali-kali bercerita tentang mimpi-mimpi yang dialaminya ketika dia tak sadarkan diri, akibat panas yang tinggi.</p>
<p>Di tahun 2009 ini, sudah 3 kali Achsan masuk rumah sakit. di bulan Februari ia terkena lumpuh kaki kanan akibat cedera tulang punggung. Bulan April ia kembali masuk rumah sakit akibat HNP (syaraf tulang punggung terjepit) yang mempengaruhi fungsi organ dalam.</p>
<p>***</p>
<p>Aku kembali tertegun tak bisa berkata-kata. Email dari Dawud, kembali kubaca dengan dada bergetar hebat. Achsan sakit lagi, kali ini tak main-main. Flu Babi. Aku diam, berusaha untuk kuat melanjutkan membaca e-mail Dawud dengan sangat hati-hati. Pikiran ku melayang jauh, membayangkan betapa sedih nya hati anak-anak Achsan. Amorita (10 th), Achmar (3,5 th), serta Aimar (1,5 th), juga istrinya Nina Marlina. Meski kutahu, istri dan ketiga anak Achsan, bukanlah orang sembarangan, mereka sangat dekat dengan kehidupan Agama serta sangat penyabar. Bathinku berkata sendiri, tetap tak mudah menghadapi ini semua.</p>
<p>Kabar terakhir, di bulan Juli Achsan masuk rumah sakit lagi, tapi kali ini sangat mengejutkan. Ia sakit akibat burung dan Flu babi. Otomatis sejak bulan Januari hingga hari ini Achsan tidak dapat bekerja dan mencari nafkah dan dan meelakukan seabrek aktivitas positif lainnya</p>
<p>Dalam catatan Achsan yang sempat ku baca, di Bulan Juni yang lalau, ia memang sempat pergi tugas ke luar negeri, tepatnya ke Pakistan, namun hingga akhir bulan Juni jsepulang dari Luar Negeri, Achsan tak merasa ada sesuatu perubahan dalam tubuhnya. Semua berjalan normal dan biasa saja. Ia pun tidak mengalami sakit pernafasan. Hari hari berjalan normal dan ia beraktivitas dan bekerja seperti biasa</p>
<p>Pada tanggal 9 dan 10 Juli, Achsan bahkan masih sempat pergi mengisi liburan bersama anak dan istrinya, ke beberapa tempat pedesaan di Depok dan Bogor, dan kerumah orang tua nya. Secara beruntun setelah pulangdari liburan mereka sekeluarga sakit pilek. Achsan sendiri merasakan masuk angin yang berat. Karenamerasa dirinya kecapean, ia pun melakukan pijat refleksi, di rumah seorang teman nya Taufik Wibisono. Namun flu yang dirasakan Achsan tak kunjung hilang. Selama 3 hari Achsan minum obat flu tetapi tidak juga menunjukan kondisi yang membaik. Achsan memutuskan memeriksakan diri di RS Mitra Keluarga Bekasi Barat. Saat itu suhu tubuh nya 41 dcelcius, dan selalu muntah. Komdisi Achsan yang sangat tidak memungkinkah akibat muntah berat, dokter menyarakan Achsan dirawat di rumah sakit itu.</p>
<p>***</p>
<p>Hingga hari kelima Achsan dirumah sakit, tidak ada perubahan yang berarti, bahkan semakin parah. Dokter pun sedikit panik, karena Achsan sudah demam tinggi (hingga 41,5 dcelcius) sudah 8 hari. Mulai hari kedelapan demam tinggi Achsan disertai batuk dengan mengeluarkan darah segar, praktis ejak itu pernapasan nya mulai terganggu, dan Achsan pun bernafas dibantu dibantu oleh oksigen.</p>
<p>Dokter berusaha keras membantu Achsan untuk sembuh dari penyakitnya. Beberapa obat diinjeksi masuk ke dalam tubuhnya, malah mengakibatkan lidah dan tenggorokan Achsan terasa terbakar (hingga saat ini masih belum bisa merasa dengan baik). Lambung Achsan pun sudah tidak bisa menerima makanan dan minuman, selalu dimuntahkan. Puncaknya, sample dahak Achsan langsung di kirim ke Depkes. Dua hari kemudian, hasil pemeriksaan Laboratorium keluar. Hasilnya mengejutkan semua anggota keluarga. Achsan terkena H5N1, alias flu burung. Torax nya pun s dirontgen ulang secara lebih detail, dan hasilnya Achsan pneumonia berat dan sebagian paru-paru nya sudah terisi air.</p>
<p>“Allah, engakau begitu dekat”, gumamku panjang. Kembali aku mengingat Achsan yang sedang berjuang sekuat tenaga dalam do’a nya untuk sembuh</p>
<p>***</p>
<p>Pada hari yang sama Achsan dirujuk ke RS persahabatan (sentral penderita flu burung), tetapi karena ICU nya penuh, Achsan dirujuk ke ICU RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso. Saat dipindahakan Achsan merasa terhina sekali, “Saya merasa terhina, saya dipindahkan oleh staf kesehatan perpakaian isolasi komplet seperti di film Hollywood”, tuturt Achsan padaku. Jalan, gang, elevator semuanya dibersihkan dari pengunjung saat Achsan lewat. Semua petugas keamanan menggunakan masker. Semua mendadak horror. “ Kok , saya seperti punya penyakit nista”, tutur achsan saat itu, seperti diceritakan nya padaku. Achsan tiba di ICU penderitaan tubuh nya pun dirasakan nya bertambah. Infus saya bercabang 3, plus selang injeksi, ia rasakan semakin membuat penderitaan nya semakin bertambah. Achsan juga merasakan kerongkongan semakin tak enak dirasakan nya, karena dikasih selang. Bukan itu saja, Achsan semakin merasa tak nyaman, ketika kateter dipasang untuk memudahkan nya buang air kecil. Achsan sempat menangis, ketika merasa tak kuat untuk berdiri dan buang air besar. Pup (BAB) pun dilakukan dengan menggunakan pampers. “Masya Allah, betapa tidak enak dan nyaman nya”, pekik Achsan</p>
<p>Saat-saat bernafas dirasanya tak nyaman. Achsan bernafas dengan masker oksigen (ia menolak intubasi), disamping itu juga dipasang alat rekam jantung dan saturasi.</p>
<p>( diruangan kaca kecil yang sangat berisik, dengan suara peralatan medic, dalam kondisi lelah namun masih sadar, Achsan melihat ruang-ruang ICU diisi oleh beberapa pasien yang memang sudah sekarat, kebanyakan kondisinya tidak sadar)</p>
<p>Keesokan harinya, tepatnya hari jum’at yang Achsan lupa tanggal nya ada hal yang membuat Achsan bertambah lemas. Achsan menjalani pemeriksaan loboratoriom ke dua. Hasil lab hari itu, ternyata menunjukan hasil yang mengerikan. Achsan bukan saja positif positif H5N1 tapi juga H1N1 alias flu babi (yang konon berasal dari Meksiko).</p>
<p>Seperti diketahui, flu burung dan flu babi adalah penyakit baru yang cukup berbahaya. Penyakit ini mudah sekali menular hanya dengan kontak fisik. Bahkan jika terlambat ditangani, penyakit ini juga bisa memakan korban jiwa. Dengan kondisi semacam ini,</p>
<p>….siapapun tak bisa menolak qodar Allah………</p>
<p>Di ICU Achsan masih dalam keadaan lemah. Tekanan darah sistole nya selalu dibawah 100, dan detak jantung lambat (hanya 15 hingga 25 denyut per menit), sementara oksigen darah Achsan hanya 50% dari normal. Achsan lebih sering tertidur dibanding terbangun, bahkan secara rutin perawat membangunkan Achsan agar tetap tersadar dan tidak pingsan.</p>
<p>Achsan berusaha sekuat tenaga untuk tidak pingsan. Dalam panas tinggi dan menderita penyakit mengerikan dua sekaligus, ia masih tetap berzikir, berdo’a dan pasrah pada Allah. Kepasrahan Achsan, mengingatkan saya pada sebuah kisah yang berjudul Struggling to Surrender – berjuang untuk berserah. Sungguh Achsan sedang berjuang dan berserah diri pada Allah</p>
<p>“Saya merasakan manis nya keimanan”, tutur Achsan padaku. Saat ia dirumah sakit, saudara seta teman-teman nya sealu setia menemani. Ada saudaranya yang sudah menyiapkan pasir untuk Tayamum dalam plastic kresek hitam, untuk dia berwudhu</p>
<p>Ia mengaku, setiap perawat selalu bertanya ini apa? “ ini obat special”, ujar nya tanpa mau memperpanjang obrolan, karena ia merasa lelah. Setiap waktu sholat ada saja orang yang mengingatkanya.</p>
<p>Syukurnya, istri Achsan membekali ekali Quran dan buku doa. Meski sakit tak terperi, Achsan berusaha membaca Al-Qur’an yang selalu berada tak jauh dari tangan nya</p>
<p>Di ruangan sunyi dan terisolir itu, Achsan sangat terasa bisikan bisikan syetan untuk tidak sabar, untuk merasa berat melakukan ibadah sholat, sering dibuat mimpi-mimpi yang melemahkan keimanan, untuk menyerah dengan keadaan dan pasrah pada perasaan lemah. sesekali bisikan untuk putus asa, dan yang parah adalah prasangka buruk pada Allah</p>
<p>innal’abda idza sabaqot lahu minnallooh manzilatun lam yablugh haa bi’amalihi ibtalaahulloh fii jasadihi au fii maalihi au fii waladihi summa shobbaro’alaa dzalik summattafaqoo hattayub lighohul manzilatallatii sabaqot lahu minnalloohi ta’alaa – sesungguhnya seorang hamba Allah ketika telah mendahului padanya (qodar) drajat dari Allah yang dia tidak bisa mencapai dengan amalan nya, maka Allah member cobaan padanya, di dalam jasadnya atau hartanya atau anak nya, kemudian Allah member lagi kesabaran pada nya dalam menghadapi cobaan tersebut sehingga Allah menyampaikan padanya derajat yang telah di qodar untuknya disisi Allah ta’ala. (HR. Abudawud)</p>
<p>Tapi semua itu, bisa dijalani Achsan dengan baik. Pada saat inilah nasehat, ajakan berdoa, peringatan untuk sholat bisa dengan segera menghilangkan pengaruh-pengaruh syetan tadi. Semangat itu didapatkan Achsan tiap hari.</p>
<p>Semangat untuk sembuh dan berharap pertolongan Allah, semakin kuat dirasakan Achsan ketika suatu siap dia melihat pasien baru masuk ke ruang depan dimana Achsan dirawat</p>
<p>“di ruangan yang ada di depan saya datang seorang Bapak berusia atas 50 tahun. Ia datang dalam keadaan lebih bugar dari saya, dan dengan kasus yang sama dengan saya (H5N1 &amp; H1N1), hanya bertahan sehari dan besoknya meninggal. di ruang sebelah, ada bocah usia 5 tahun, Masuk dengan Pneumonia seperti saya, dan saat 4 hari saya di ICU, bocah tersebut meninggal. Rasanya dekat sekali saya dengan maut” ungkap Achsan.</p>
<p>Tapi sebaliknya, melihat kondisi itu malah membuat ia tambah semangat untuk sembuh. Tidak ada perasaan takut atau getir pada saat itu, tapi yang ia rasakan adalah rasa penyesalan atas perilaku saya selama ini, yang kurang mengepolkan ibadah</p>
<p>(dalam hati Achsan ingat suatu dalil, setiap yang bernyawa akan merasakan mati, dan mati itu datangnya sewaktu-waktu)</p>
<p>Achsan sempat tak sdarkan diri. Dalam kondisi tak sadar itu, ia bermipi dan menngingat dengan jelas mimpinya. Dalam mimpi itu tiba-tiba ada sosok yang menunjukan pilihan-pilihan pada Achsan. Pilihan baik atau buruk, pilihan sukses atau gagal, pilihan hidup atau mati. Semua pilihan yang baik, diwakili dengan arah kanan, pilihan yang buruk di wakili dengan arah kiri</p>
<p>Achsan pun memilih arah kanan. Dalam perjalanan nya kea rah kanan, ternyata Achsan di ajak kesebuah gunung, dimana gunung itu dikelilingi oleh jurang yang sangat dalam. Dalam mimpi itu ia bertemu banyak orang yang sedang kehausan. Digunung itu tak ada air. Yang tak sabar memilih lompat ke dalam jurang yang dalam, dan mati tak kembali</p>
<p>Achsan tetap bertahan dalam kehausan dan ia tak mau masuk dalam jurang itu. Saat terjaga, panas badan nya menurun. Hasil pemeriksaan terakhir, Achsan sembuh dari kedua penyakit yang mengerikan itu</p>
<p>Achsan merasakan hadir sebagai ksatria baru dalam hidupnya setelah sembuh. Ksatria yang kusebut disini buklanlah ksatria bertopeng atau ksatria dalam pewayangan. Melainkan ksatria dalam diri, berjuang, beribadah pada Allah</p>
<p>Kata Nabi Ibrahim: “Wa idzaa maridltu fa huwa yasyfiin” – dan ketika sakit aku, maka Dia yang menyembuhkan.</p>
<p>Menuntaskan tulisan ini, aku teringat sebuah puisi</p>
<p>Ke mana pun kau menoleh<br />
Kita bakal bertemu<br />
Karena kau hanya daging</p>
<p>Kemanapun kau menoleh<br />
Kita bakal bertemu<br />
Karena kau hanya tulang<br />
bakal merapuh dalam sendiku</p>
<p>kalimat-kalimat dahsyat dalam sajak Gus tf, yang bertajuk “Bakal”, tahun 2001 itu, seperti luruh dalam jiwaku.</p>
<p>*** Mas Achsan aku belajar dari kisahmu. Tetap semangat dan hebat, saudaraku</p>
<p>Bumi Allah, 11 Agustus 2009</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrasyahputra.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrasyahputra.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrasyahputra.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrasyahputra.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrasyahputra.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrasyahputra.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrasyahputra.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrasyahputra.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrasyahputra.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrasyahputra.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrasyahputra.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrasyahputra.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrasyahputra.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrasyahputra.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=149&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2010/01/21/takdir-berjuang-untuk-berserah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e323ac503c5eb465dec3c84228d5a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrasyahputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balada Negriku</title>
		<link>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2010/01/21/balada-negriku/</link>
		<comments>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2010/01/21/balada-negriku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 17:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrasyahputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrasyahputra.wordpress.com/2010/01/21/balada-negriku/</guid>
		<description><![CDATA[Bukan lautan, hanya kolam susu/kail dan jala cukup menghidupimu/ tiada badai tiada topan kautemui /ikan dan udang menghampiri dirimu/orang bilang tanah kita tanah surga/ tongkat kayu dan batu jadi tanaman.” *** Ini sepenggal syair lagu dari Nusantara yang dibawakan oleh Koes Plus. Indonesia digambarkan begitu subur dan kekayaan yang melimpah dari sumber bumi. Bayangkan harta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=146&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan lautan, hanya kolam susu/kail dan jala cukup menghidupimu/ tiada badai tiada topan kautemui /ikan dan udang menghampiri dirimu/orang bilang tanah kita tanah surga/ tongkat kayu dan batu jadi tanaman.”</p>
<p>***<span id="more-146"></span></p>
<p>Ini sepenggal syair lagu dari Nusantara yang dibawakan oleh Koes Plus. Indonesia digambarkan begitu subur dan kekayaan yang melimpah dari sumber bumi. Bayangkan harta berupa emas, perah, minyak bumi, kelapa sawit, tembaga dan lainnya banyak terdapat disini. Belum lagi suburnya tanah ini dimana menanamkan kayu bisa menjadi pohon dan menghasilkan uang. Nusantara yang dikatakan zambrut khatulistiwa, permata bak mutu manikam di bumi selatan ini. Yang membuat Belanda tertarik menjajah Indonesia karena kekayaan alamnya.</p>
<p>Senandung kemakmuran yang mesti dinikmati rakyat Indonesia ternyata hanyalah isapan jempol atau mirip dongeng tidur bagi anak-anak. Dinegeri makmur ini rakyatnya bagaikan tikus yang mati di lumbung padi.</p>
<p>Bukan main. Laut digambarkan sebagai kolam susu, dimana hanya bermodalkan kail dan jala, sudah pasti menghidupi. Tanahnya, jangan ditanya, apa saja yang ditanam di atasnya pasti tumbuh, bahkan jika menanam batu sekalipun tetap akan berbuah karena tanahnya dari surga.</p>
<p>Tapi, lagu Koes Plus itu kini hanya pantas dijadikan lagu nina bobo sebagai pengantar tidur untuk anak-anak kita yang belum mengerti keadaan sebenarnya, tapi dengan risiko kelak ketika dewasa, mereka akan menuduh kita sebagai pembohong besar. Bagaimana tidak. Kini, tidak ada lagi kolam susu. Produksi pertanian tidak lagi mencukupi. Apa yang ditanam belum tentu tumbuh. Bahkan jika tumbuh sekalipun, harganya tidak seberapa. Petani kita makin terpuruk daya belinya. Harga produk pertanian bergerak perlahan, sedangkan harga produk nonpertanian melesat cepat, itulah yang secara teknis disebut sebagai merosotnya nilai tukar petani.</p>
<p>Di negeri makmur ini…</p>
<p>Kemiskinan bagi bangsa ini adalah komponen keempat setelah air, tanah dan langitnya. Hampir tidak pernah beranjak dari masa ke masa. Karena memang bahasa kemiskinan adalah bahasa keabadian yang tidak pernah akan tuntas dalam periode masa dan pemerintahan apapun. Ini sudah menjadi kodrat alam, sunnatullah. Ada orang kaya tentunya ada orang miskin. Tapi bagaimana jadinya bila kemiskinan itu terus tumbuh lantaran ketidakadilan? Barulah kita membaca apa yang menyebabkannya.</p>
<p>Kita masih ingat, setahun yang lalau, .kenaikan harga BBM selalu diiringi dengan kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan lainnya. Sebelum pengumuman kenaikan BBM, harga barang-barang sudah duluan merangkak naik . karena aksi spekulan. Tentu saja kenaikan harga BBM mendapat tempat kehormatan sebagai penghulu memicu tingginya tingkat inflasi. Bukan suatu yang mengherankan jika Bank Indonesia memprediksi tingkat inflasi pada 2008 ini akan menembus dua digit, pada kisaran 11,5-12,5 persen.</p>
<p>Kemiskinan di Indonesia merupakan fenomena tersendiri bagi kehidupan rakyat Indonesia sehari-hari. Diantara himpitan kesulitan kehidupan yang lain, kemiskinan merupakan problema utama yang harus dan setidaknya segera menjadi agenda utama yang menjadi skala prioritas bagi pemerintah Indonesia. Tak dipungkiri bahwa sinergi diantara kedua pihak antara rakyat dan pemerintah harus berjalan dengan harmonis dan feed back ( timbal balik ) yang sempurna juga dalam proses pengentasan permasalahannya.</p>
<p>Mengurai benang penyebab</p>
<p>Secara garis besar terdapat pembagian mengenai masalah kemiskinan ini sendiri, setidaknya terdapat dua factor pembeda yang menyebabkan timbulnya kemiskinan dan membagi jenis kemiskinan itu sendiri. Diantaranya adalah :</p>
<p>1.kemiskinan kebudayaan. hal ini biasanya terjadi disebabkan karena adanya kesalahan pada subjeknya, misalnya : malas, apatis, tidak percaya diri, gengsi, tak memiliki jiwa wira usaha yang kompatibel, tidak punya kemampuan dan keahlian.<br />
2.kemiskinan structural. Hal ini biasanya terjadi karena disebabkan oleh factor eksternal yang secara tidak langsung menyebabkan seseorang menjadi miskin, misalnya : pemerintah yang tidak adil, korup, paternalistik sebagai penyebab kemiskinan, dll.</p>
<p>Tentang akar kemiskinan sendiri, berdasarkan level permasalahan dan membaginya menjadi beberapa dimensi diantaranya :</p>
<p>Dimensi Mikro : mentalitas materialistic dan ingin serba cepat (instant). Dimensi Mezzo : melemahnya kepercayaan social (social trust) dalam komunitas dan organisasi dan hal ini sangat berpengaruh terhadap si subjek itu sendiri. Dimensi Makro : Kesenjangan (ketidakadilan) pembangunan daerah yang minus (‘desa’) dengan daerah yang surplus (‘kota’). Strategi pembangunan yang kurang tepat (tidak sesuai dengan kondisi sosio demografis) masyarakat Indonesia. Dimensi Global : adanya ketidakseimbangan relasi antara Negara yang sudah berkembang dengan Negara yang sedang berkembang., seperti yang di urai Rizki Aji Hertantyo, dalam artikelnya berbasis computer<br />
Fenomena kemiskinan di Indonesia</p>
<p>Masalah kemiskinan merupakan isu sentral di Tanah Air, terutama setelah Indonesia dilanda krisis multidimensional yang memuncak pada periode 1997-1999. Setelah dalam kurun waktu 1976-1996 tingkat kemiskinan menurun secara spektakuler dari 40,1 persen menjadi 11,3 persen, jumlah orang miskin meningkat kembali dengan tajam, terutama selama krisis ekonomi. Studi yang dilakukan BPS, UNDP dan UNSFIR menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin pada periode 1996-1998, meningkat dengan tajam dari 22,5 juta jiwa (11,3%) menjadi 49,5 juta jiwa (24,2%) atau bertambah sebanyak 27,0 juta jiwa (BPS, 1999). Sementara itu, International Labour Organisation (ILO) memperkirakan jumlah orang miskin di Indonesia pada akhir tahun 1999 mencapai 129,6 juta atau sekitar 66,3 persen dari seluruh jumlah penduduk (BPS, 1999).</p>
<p>Data dari BPS (1999) juga memperlihatkan bahwa selama periode 1996-1998, telah terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin secara hampir sama di wilayah pedesaan dan perkotaan, yaitu menjadi sebesar 62,72% untuk wilayah pedesaan dan 61,1% untuk wilayah perkotaan. Secara agregat, presentasi peningkatan penduduk miskin terhadap total populasi memang lebih besar di wilayah pedesaan (7,78%) dibandingkan dengan di perkotaan (4,72%). Akan tetapi, selama dua tahun terakhir ini secara absolut jumlah orang miskin meningkat sekitar 140% atau 10,4 juta jiwa di wilayah perkotaan, sedangkan di pedesaan sekitar 105% atau 16,6 juta jiwa (lihat Remi dan Tjiptoherijanto, 2 Data di atas mengindikasikan bahwa krisis telah membuat penderitaan penduduk perkotaan lebih parah ketimbang penduduk pedesan.</p>
<p>Setidaknya ada dua penjelasan atas hal ini: Pertama, krisis cenderung memberi pengaruh lebih buruk pada beberapa sektor ekonomi utama di perkotaan, seperti perdagangan, perbankan dan konstruksi. Sektor-sektor ini membawa dampak negatif dan memperparah pengangguran di perkotaan. Kedua, pertambahan harga bahan makanan kurang berpengaruh terhadap penduduk pedesaan, karena mereka masih dapat memenuhi kebutuhan dasarnya melalui sistem produksi subsisten yang dihasilkan dan dikonsumsi sendiri. Hal ini tidak terjadi pada masyarakat perkotaan dimana sistem produksi subsisten, khususnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan makanan, tidak terlalu dominan pada masyarakat perkotaan.</p>
<p>Pertanyaan nya adalah, kemiskinan mental, atau structural atau memang dipelihara menjadi satu warisan yang dinamakan hobi miskin. Semoga pemerintah arif dan bijaksana mensikapi ini. Semoga. Amiin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrasyahputra.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrasyahputra.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrasyahputra.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrasyahputra.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrasyahputra.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrasyahputra.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrasyahputra.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrasyahputra.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrasyahputra.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrasyahputra.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrasyahputra.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrasyahputra.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrasyahputra.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrasyahputra.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=146&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2010/01/21/balada-negriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e323ac503c5eb465dec3c84228d5a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrasyahputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Milyar Cinta Untuk Geby dan Caesar</title>
		<link>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2008/02/11/milyar-cinta-untuk-geby-dan-caesar/</link>
		<comments>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2008/02/11/milyar-cinta-untuk-geby-dan-caesar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 16:45:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrasyahputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Geby dan Caesar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrasyahputra.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Seribu Cinta buat Geby dan Caesar Seribu telpon, seribu cumbu, seribu canda, terurai Seribu kasih sayang, bahkan milyaran dekapan untukmu, cinta Tak luput dari rindu, setiap pejaman mata, adalah dekapmu Perjalanan fikirkupun bergumam Aku teramat mencintaimu.. Semua candamu adalah rindu Semua  ungkapan malumu adalah banggaku Kisah ini tak pernah sempurna Tanpa hadirmu Milyaran cinta untumu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=136&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri"></font></p>
<p style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri"><a href="http://hendrasyahputra.files.wordpress.com/2008/02/picasabackground1.jpg" title="picasabackground1.jpg"></a></font></p>
<p style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Seribu Cinta buat Geby dan Caesar</font></p>
<p style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Seribu telpon, seribu cumbu, seribu canda, terurai</font></p>
<p style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Seribu kasih sayang, bahkan milyaran dekapan untukmu, cinta</font></p>
<p style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Tak luput dari rindu, setiap pejaman mata, adalah dekapmu</font></p>
<p><font face="Calibri"><a href="http://hendrasyahputra.files.wordpress.com/2008/02/picasabackground.jpg" title="picasabackground.jpg"></a></font></p>
<p style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Perjalanan fikirkupun bergumam</font></p>
<p style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Aku teramat mencintaimu..</font></p>
<p style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Semua candamu adalah rindu</font></p>
<p style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Semua <span> </span>ungkapan malumu adalah banggaku</font></p>
<p><font face="Calibri"></font></p>
<p style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Kisah ini tak pernah sempurna</font></p>
<p style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Tanpa hadirmu</font></p>
<p style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Milyaran cinta untumu</font></p>
<p><font face="Calibri"> </font><font face="Calibri"> </font><font face="Calibri"> </font><font face="Calibri"> <a href="http://hendrasyahputra.files.wordpress.com/2008/02/picasabackground.jpg" title="picasabackground.jpg"></a></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrasyahputra.wordpress.com/136/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrasyahputra.wordpress.com/136/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrasyahputra.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrasyahputra.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrasyahputra.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrasyahputra.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrasyahputra.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrasyahputra.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrasyahputra.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrasyahputra.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrasyahputra.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrasyahputra.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrasyahputra.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrasyahputra.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrasyahputra.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrasyahputra.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=136&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2008/02/11/milyar-cinta-untuk-geby-dan-caesar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e323ac503c5eb465dec3c84228d5a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrasyahputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menunggu Senja di Mata Ibu ( Aceh)</title>
		<link>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/11/13/menunggu-senja-di-mata-ibu-aceh/</link>
		<comments>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/11/13/menunggu-senja-di-mata-ibu-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 03:24:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrasyahputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Humanis]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/11/13/menunggu-senja-di-mata-ibu-aceh/</guid>
		<description><![CDATA[1 Pada matamu yang bening, Ibu aku melihat lautan jauhKurasakan gelora semesta dalam kerut kelopak yang mulai menuaMengenal hati dan perasaanKetika aku tak bisa lagi menawar marahmu  2 Kucoba obatiPerihLukaCerca yang mengembaraKetika kau mulai dipaksaMenjual namamu untuk sebuah keangkuhan yang harus digadaikan 3 Kulihat jejak-jejak langkah kecil tertatih dalam letih matamuBerkelana di ratusan jiwa Menghadirkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=121&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">1</span></p>
<p><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';"></span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Pada matamu yang bening, Ibu<br />
aku melihat lautan jauh</span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Kurasakan gelora semesta dalam kerut kelopak yang mulai menua</span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Mengenal hati dan perasaan</span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Ketika aku tak bisa lagi menawar marahmu</span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span></p>
<p><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';"></span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">2</span></p>
<p><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';"></span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Kucoba obati</span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Perih</span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Luka</span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Cerca yang mengembara</span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Ketika kau mulai dipaksa</span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Menjual namamu untuk sebuah keangkuhan </span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">yang harus digadaikan</span></p>
<p><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">3</span></p>
<p><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';"></span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Kulihat jejak-jejak langkah kecil tertatih dalam letih matamu</span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Berkelana di ratusan jiwa<br />
Menghadirkan cinta tanpa Cinta. </span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Kutemukan semesta berhenti dalam genggaman bencimu</span></p>
<p><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';"></span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Hingga laut pecah dalam rintihanmu<br />
Membawa persik pelipur lara<br />
Yang disematkan di atas rumahmu</span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';"> </span><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Ibu maafkan kami</span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">Membuat engkau terluka</span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';">(Kepada Aceh kutulis goresan ini)</span></p>
<p><span style="color:black;font-family:'Book Antiqua','serif';"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrasyahputra.wordpress.com/121/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrasyahputra.wordpress.com/121/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrasyahputra.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrasyahputra.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrasyahputra.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrasyahputra.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrasyahputra.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrasyahputra.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrasyahputra.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrasyahputra.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrasyahputra.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrasyahputra.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrasyahputra.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrasyahputra.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrasyahputra.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrasyahputra.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=121&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/11/13/menunggu-senja-di-mata-ibu-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e323ac503c5eb465dec3c84228d5a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrasyahputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pahlawan is Hero</title>
		<link>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/10/28/pahlawan-is-hero/</link>
		<comments>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/10/28/pahlawan-is-hero/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 23:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrasyahputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Humanis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/10/28/pahlawan-is-hero/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan lalu sya ketemu seorang wanita warga negara asing, namanya Sarah Henderson. ia seorang janda berusia 60 tahun, pensiunan, tinggal di New York Amerika Serikat.  Setelah bencana tsunami menghempas Aceh, dia mencairkan tabungan pensiunnya dan pergi ke negeri Serambi Mekkah ini. Dengan uangnya sendiri ia membangun kembali rumah-rumah warga Lamno, di Aceh Jaya.  Selama setahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=115&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><font face="Times New Roman">Bulan lalu sya ketemu seorang wanita warga negara asing, namanya Sarah Henderson. ia seorang janda berusia 60 tahun, pensiunan, tinggal di New York Amerika Serikat.<span>  </span>Setelah bencana tsunami menghempas Aceh, dia mencairkan tabungan pensiunnya dan pergi ke negeri Serambi Mekkah ini. Dengan uangnya sendiri ia membangun kembali rumah-rumah warga Lamno, di Aceh Jaya.<span>  </span>Selama setahun ini, Sarah pulang balik New York – Banda Aceh, dengan biaya sendiri untuk sebuah tugas mulia. Ia menolong orang-orang yang tidak pernah dikenal sebelumnya, berbeda suku dan agama.<span>  </span>Atas perbuatan mulianya, hampir pasti tak ada yang akan memberinya tanda jasa.<span>  </span>Kini sudah lebih dari 50 rumah beserta kelengkapannya selesai dibangun oleh Sarah Henderson.<span>   </span>Pahlawankah dia?</font></span></p>
<p><font face="Times New Roman"><span>Lihat lagi, </span><span><font>Baharuddin, 49 tahun, sehari-hari dikenal sebagai Keuchik Desa Lamteungoh, Aceh Besar. Tsunami menggulung istri dan lima orang anaknya ke alam barzah. Baharuddin, adalah salah satu dari 105 duda, yang kehilangan seluruh anggota keluarganya. Setelah keadaan tenang Baharuddin memimpin warga yang selamat untuk kembali ke desa. Ia menemukan jenazah putrinya dan turut menguburkannya beramai-ramai dengan warga desa lainnya. Setelah kering air mata duka, Baharuddin mengajak tetangga untuk mendirikan kamp pengungsian dan membangun kembali desanya. <span> </span>Semangat Baharuddin memperoleh sambutan dari warga. <span> </span></font></span></font><span id="more-115"></span></p>
<p><font face="Times New Roman"><span><font><span></span>Saat ini desa Lamtutui merupakan salah satu desa yang perkembangannya paling pesat. Ratusan rumah sudah terbangun, tanggul air laut sudah berdiri, kehidupan nelayan sudah normal kembali di bawah kepemimpinan Baharuddin. Pantaskah Keuchik Baharuddin disebut pahlawan?</font></span><span><font>Jenderal Endriartono Sutarto, Desember 2004 terlibat perdebatan sengit dengan Wakil Rakyat di Senayan. <span> </span>Para anggota DPR mempersoalkan masuknya pasukan asing ke Aceh untuk menolong korban Tsunami, terutama yang masih hidup yang memerlukan bantuan makanan, obat-obatan, dan evakuasi.<span>  </span></font></span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span><font><span></span>Ketika tsunami terjadi, Sutarto memang segera mengontak koleganya, para Panglima tentara negara-negara sahabat: Singapura, Australia, Malaysia, Inggris, hingga Amerika Serikat.<span>  </span>Dengan Jenderal Peter Cosgroove dari Australia, dan Laksamana Fargo dari Amerika Serikat, dan Panglima-panglima negara lainnya, <span> </span>Sutarto menjalin <em>hotline</em> 24 jam. Menyikapi tindakan ini, sejumlah wakil rakyat yang “paranoid” dengan nasionalisme, mempersalahkan Jenderal Sutarto. Sang Jenderal menjawab, ”lebih baik saya disebut tidak nasionalis, dari pada membiarkan korban mati tidak tertolong”.<span>  </span>Maka bantuan dari tentara negara-negara sahabat pun berdatangan.<span>  </span></font></span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span><font><span></span>Tak kurang dari 18 negara mengirimkan tentaranya. Inilah operasi militer bukan tempur terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah militer modern.<span>  </span>Operasi ini melibatkan 16.000 prajurit, <span> </span>9 kapal induk, 1 rumah sakit terapung, 117 tim medis, 14 kapal perang, 31 pesawat udara, dan 82 helikopter.<span>   </span>Dengan itu korban jiwa lebih besar dapat dihindari.<span>  </span><span> </span>Kita berfikir sejenak dan bertanya, apakah Jenderal Sutarto dan 16.000 tentara lainnya layak disebut pahlawan?</font></span><span><font> </font></span><span><font>Krisis selalu saja melahirkan keputusan penting, langkah-langkah berani, tindakan strategis, dan tokoh-tokoh pelopor. Musibah gempa bumi dan tsunami, Desember 2004 adalah krisis besar yang tak ada duanya.<span>   </span>Maka muncullah cerita dan tokoh di atas. <span> </span>Ada ratusan, bahkan ribuan individu yang melakukan tindakan kebajikan, kepeloporan, dengan gagah berani menempuh tantangan.<span>  </span>Prajurit TNI dan Anggota POLRI yang membuka daerah terisolasi, relawan PMI yang mengevakuasi puluhan ribu jenazah, hingga wartawan yang menembus wilayah sulit untuk mengabarkan kebutuhan warga yang tak tersentuh bantuan.<span>  </span>Ribuan relawan kemanusiaan dari berbagai organisasi pernah membanjiri Aceh dan Nias.<span>  </span>Hingga kini tak kurang dari 300 organisasi masih berada di wilayah bencana, bahu membahu membangun kembali pemukiman, sekolah, rumah sakit, dan kehidupan masyarakat. </font></span></font><font face="Times New Roman"><span><font>Apakah mereka pahlawan?</font></span><span><font> </font></span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><span><font>Di lain pihak, kita juga menyaksikan ribuan penggiat LSM yang memilih menjadi “pengawas” hiruk pikuk kesibukan membangun kembali Aceh dan Nias.<span>   </span>Ada pula yang terus rajin mencari kesempatan untuk menggerakkan emosi masyarakat, memobilisasi demonstrasi demi demonstrasi.<span>   </span>Tokoh-tokoh kelompok ini tak kalah populer dengan para pekerja kemanusiaan yang berpeluh menolong korban, mengerahkan segala daya dan upaya.<span>   </span>Bahkan sering kali, para “pengawas” jauh lebih populer karena keterampilannya memilih isu-isu yang populis dan kepandaiannya merangkai kalimat-kalimat yang bombastis.<span>  </span>Pahlawankah mereka?</font></span><span><font> </font></span><span><font>Kita tentu mengucapkan terima kasih dan penghargaan tulus atas semua inisiatif, peran, tindakan berani dan kepeloporan. Sejauh mana tindakan itu menjadikan seseorang pahlawan atau oportunis yang mencari panggung eksistensi, jawabnya tergantung dua hal. Pertama, apakah yang dilakukannya benar-benar memberi manfaat bagi orang banyak.<span>  </span></font></span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span><font><span></span>Kedua, apakah motif yang mendasari benar-benar diabdikan bagi kepentingan masyarakat, dan bersih dari bias kepentingan pribadi.<span>  </span>Maka itu, waktulah yang akan menguji.<span>  </span>Satu hal yang pasti, pekerjaan besar membangun kembali Aceh dan Nias memerlukan tindakan-tindakan nyata.<span>  </span>Tindakan yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.<span>  </span>Tentang kepahlawanan, biarlah sejarah yang akan mengujinya.</font></span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrasyahputra.wordpress.com/115/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrasyahputra.wordpress.com/115/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrasyahputra.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrasyahputra.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrasyahputra.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrasyahputra.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrasyahputra.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrasyahputra.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrasyahputra.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrasyahputra.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrasyahputra.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrasyahputra.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrasyahputra.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrasyahputra.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrasyahputra.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrasyahputra.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=115&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/10/28/pahlawan-is-hero/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e323ac503c5eb465dec3c84228d5a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrasyahputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sajak Bahagian Hidupku</title>
		<link>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/09/17/sajak-bahagian-hidupku/</link>
		<comments>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/09/17/sajak-bahagian-hidupku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Sep 2007 16:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrasyahputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/09/17/sajak-bahagian-hidupku/</guid>
		<description><![CDATA[Saya sangat menyenangi puisi. Sejak sekolah dasar saya sudah terbiasa menulis. Sajak adalah bahagian tulisan yang saya sukai. Menulis sajak atau puisi seperti menulis keinginan hati yang mengganjal serta kondisi lain yang tengah terjadi. Banyak prestasi yang sedikit banyak teroreh dari sastra dan puisi dalam kehidupan saya. Selain itu saya juga suka membaca puisi, memusikalisasikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=110&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Saya sangat menyenangi puisi. Sejak sekolah dasar saya sudah terbiasa menulis. Sajak adalah bahagian tulisan yang saya sukai. Menulis sajak atau puisi seperti menulis keinginan hati yang mengganjal serta kondisi lain yang tengah terjadi. Banyak prestasi yang sedikit banyak teroreh dari sastra dan puisi dalam kehidupan saya. Selain itu saya juga suka membaca puisi, memusikalisasikan puisi adalah juga bahagian dari kesukaan saya. Berikut bahagian lain dari puisi dan cerita berikut juga uraian tentang sajak yang saya sarikan, semoga senang membacanya. Sebelumnya sedikit mengenai manifesto puisi yang sebenarnya : </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span><strong><span style="color:#333333;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Manifesto Puisi</span></strong><span style="color:#333333;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span><span style="color:#333333;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="color:#333333;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">DI seluruh dunia tidak ada bangsa atau suku bangsa yang tidak mempunyai tradisi puisi, apapun bentuknya dan kekhasannya. Puisi adalah lumbung kekayaan rohani umat manusia.</p>
<p>DI seluruh dunia dari zaman purba, manusia menciptakan puisi dengan fungsi dan tujuan yang bermacam-macam: keagaman, sosial, individual.</p>
<p>PUISI menjadikan hal yang sederhana menjadi aneh, yang mudah dipahami dirumuskan secara berliku-liku, sehingga mengejutkan, malahan bahkan bisa mengelirukan. Tetapi justru keanehan itu menjadikan puisi mengesankan, sukar dilupakan, terpatri dalam ingatan.</p>
<p>PUISI harus berada di pihak manusia korban, manusia yang lemah, yang tertekan, yang terasing atau diasingkan dari kenyataan kekuasan, dari komunikasi kemanusiaan.</p>
<p>DALAM puisi yang memerlukan kesaksian bukanlah kenyataan, bukan fakta dan kekuasaan, melainkan yang mungkin, yang rapuh, yang kelak retak, yang sia-sia.</p>
<p><em><span style="font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">manifesto Disarikan dari <strong>Membikin Abadi yang Kelak Retak</strong>,. Kata Pembaca A Teeuw pada buku puisi Goenawan Mohamad <strong>ASMARADANA</strong>, Gramedia Widiasarana, Jakarta, 1992. </span></em><font face="Calibri"> </font></p>
<p></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrasyahputra.wordpress.com/110/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrasyahputra.wordpress.com/110/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrasyahputra.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrasyahputra.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrasyahputra.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrasyahputra.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrasyahputra.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrasyahputra.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrasyahputra.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrasyahputra.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrasyahputra.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrasyahputra.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrasyahputra.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrasyahputra.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrasyahputra.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrasyahputra.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=110&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/09/17/sajak-bahagian-hidupku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e323ac503c5eb465dec3c84228d5a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrasyahputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muhammad Yunus dan Grameen Bank (2)</title>
		<link>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/09/15/muhammad-yunus-dan-grameen-bank-2/</link>
		<comments>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/09/15/muhammad-yunus-dan-grameen-bank-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Sep 2007 08:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrasyahputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Catatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/09/15/muhammad-yunus-dan-grameen-bank-2/</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda mendengar nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank? Saya sempat mengeluh dalam hati ketika beberapa anak-anak muda di kantor saya menunjukkan wajah bengong mendengar nama tersebut. Kemana saja mereka selama ini? Apa saja informasi yang ia kunyah sehingga nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank tidak pernah didengarnya? Keterlaluan! Tapi, baiklah!, beberapa di antara kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=109&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Pernahkah Anda mendengar nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank? Saya sempat mengeluh dalam hati ketika beberapa anak-anak muda di kantor saya menunjukkan wajah bengong mendengar nama tersebut. Kemana saja mereka selama ini? Apa saja informasi yang ia kunyah sehingga nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank tidak pernah didengarnya? Keterlaluan! Tapi, baiklah!, beberapa di antara kita mungkin sibuk menonton sinetron, Tukul, dan berita kriminal sehari-hari sehingga tidak pernah dengar nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank. </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Beliau adalah pemenang Nobel Perdamaian 2006 atas usahanya yang tidak mengenal lelah mengentaskan kemiskinan di Bangladesh dengan mendirikan Grameen Bank, bank khusus untuk dan milik orang miskin.</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Saya sudah mengagumi orang hebat ini ketika pertamakali membaca beritanya bertahun-tahun lalu. Sebagai ‘lulusan’ orang miskin, saya tahu betapa jarangnya orang yang mau mendedikasikan dirinya untuk membantu orang miskin. Dunia dipenuhi dengan orang-orang yang sibuk mencari kekayaan sendiri dan menganggap orang miskin adalah penyakit sampar yang harus dicurigai dan dijauhi.</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Cerita tentang Muhammad Yunus dan Grameen Banknya sangat banyak kita temui di berbagai media. Saya sudah pernah membaca bukunya, artikel-artikel tentangnya, dan bahkan menonton acaranya di Oprah Show. Saya menonton hampir tak berkedip. Ketika Oprah bertanya mengapa ia percaya bahwa orang miskin akan bisa membayar pinjaman tanpa kolateral alias agunan, beliau menjawab :”Fakta bahwa mereka adalah manusia sudah cukup bagi kita untuk mempercayainya.” Dan air mata saya mengalir tanpa bisa saya cegah. Ya, Tuhan! Betapa saya mencintai orang ini. Seandainya saya bisa bertemu, menyentuh, mendengarkan dan berbicara dengannya, sungguh akan merupakan momen yang sangat luar biasa bagi saya.</span><span id="more-109"></span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Dalam kisahnya, Professor di Fakultas Ekonomi Chittagong, Bangladesh, menceritakan kembali pengalaman hidupnya ketika pertama kali ia bersentuhan langsung dengan kenyataan hidup di luar kampusnya ketika Bangladesh terkena bencana kelaparan. Ia sangat terkejut menemui kenyataan bahwa keluarga miskin di sekitar kampusnya sebetulnya hanya butuh bantuan uang sangat sedikit untuk dapat mengubah hidup mereka. </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Ketika beliau memutuskan untuk membantu para ibu yang miskin tersebut dengan meminjaminya uang untuk modal beliau berhasil mengumpulkan 42 orang dengan jumlah pinjaman kurang dari US$27! “Ya, Tuhan! Ya Tuhan! Seluruh derita semua keluarga itu hanya karena tidak ada uang dua puluh tujuh dollar!” serunya dalam hati. Malamnya ia tidak bisa tidur karena merasa muak dengan dirinya sendiri. Ia sangat shock menemui kenyataan betapa ia mengajarkan teori-teori indah tentang ekonomi dan bicara tentang uang ratusan juta dollar sementara di luar kampusnya ia menemui orang-orang yang begitu miskinnya karena terjerat oleh rentenir. </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Beliau kemudian memutuskan untuk mendirikan Grameen Bank, Bank for the Poor, untuk membantu para orang miskin tersebut.</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Ceritanya mengalir begitu indahnya dan suasana menjadi hening karena it’s so absorbing. Rasanya semua orang menahan nafas mendengar ceritanya. Saya menahan nafas berkali-kali. It’s so dramatical. Saya seolah melihat dan mengalaminya sendiri bagaimana beliau memperjuangkan bank bagi orang miskin tersebut meski mendapat penolakan terus menerus dari para bankir. Pada beberapa bagian diam-diam saya menangis dalam hati karena kisahnya begitu menyentuh. I am really touched by his story. Suatu ketika datang seorang ex napi ke Grameen Bank untuk minta pinjaman juga sebagaimana orang-orang lain. Staff Muhammad Yunus kebingungan menghadapinya.</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Ex napi ini sangat terkenal reputasinya sebagai seorang kriminal dan empercayainya adalah tidak masuk akal.</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Tapi staf bank juga tak berani menolaknya karena takut ex napi tersebut marah dan mengamuk. Ia terkenal dengan reputasi buruknya tersebut. Ia minta bantuan Muhammad Yunus untuk mengatasi masalah tersebut. Muhammad Yunus memintanya untuk menemuinya dan tidak perlu takut. Ia adalah manusia juga seperti kita, katanya. Kalau ada lima orang lain di desanya yang mau menjaminnya (ini adalah sistem yang berlaku di Grameen Bank sebagai ganti dari kolateral) maka dia layak untuk mendapat pinjaman seperti orang desa lainnya.</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Jadi Grameen Bank memberinya pinjaman. Dan ex napi ini membayar cicilannya seperti orang-orang miskin lainnya. Ia kemudian menjadi pemimpin kelompok. Dan naik…naik…menjadi pemimpin kelompok yang lebih besar dan lebih besar. Ia tak pernah lagi melakukan tindakan kriminal sejak mendapatkan pinjaman dari Grameen Bank. </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Grameen Bank telah mengubah hidupnya! Sangat luar biasa!</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Ketika beliau ditanya apa tindakan yang ia lakukan jika ada nasabah miskinnya yang tidak dapat membayar. Bank lain tentu akan menyita apa saja yang dimiliki oleh nasabah ‘bandel’ tersebut. Tapi di Grameen Bank</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">tidak ada kolateral atau agunan. Lagipula nasabahnya adalah orang-orang miskin yang tidak punya harta benda yang bisa disita. “If anybody cannot pay, you should come and help him more, not punish him.” Jawabnya. </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Mereka tidak membayar karena memang tidak bisa membayar dan itu berarti mereka dalam kesulitan dan lebih memerlukan pertolongan daripada sebelumnya. Mereka harus ditolong dan bukannya dihukum. </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Ya, Allah! Betapa benarnya kata-kata itu. Kredit mikro bukanlah obat ajaib yang bisa menghapuskan kemiskinan dalam sekali tenggak. Tetapi kredit mikro bisa mengahiri banyak kemiskinan banyak orang dan mengurangi penderitaan orang-orang lainnya.</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Digabungkan dengan program-program inovatif lainnya dalam meningkatkan potensi masyarakat, kredit mikro adalah alat utama dalam upaya kita membangun dunia yang bebas dari kemiskinan. Demikian katanya.</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">The story is sooo beautiful and told by Muhammad Yunus himself. It will be the best day in my life.</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Pada tahun 2015, katanya, Grameen Bank, Bank for the Poor, yang sahamnya mayoritas dimiliki oleh orang-orang miskin akan berubah menjadi Grameen Bank, bank for the formerly poor, bank milik orang-orang yang DULUNYA miskin. Saat itu mereka tidak lagi miskin dan telah bangkit menjadi orang-orang yang hidup layak dan sejahtera. Saya mempercayainya. </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">(malamnya saya bermimpi : bermimpi duduk-duduk di teras dan ngobrol berdua bersama beliau. Muhammad Yunus. “Everybody is enterpreneual, Hendra. You have to believe that.” Saya mendengarkannya dengan penuh takzim. “Charity works once. Social business continues.”, lanjutnya.</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Sayup-sayup saya mendengar beliau berkata,:”Touching somebody’s life is addictive. Once you do it, you’ll do it more and more.” Dan saya terbangun karena alarm handphone saya. Dalam sholat Subuh saya berdoa dalam hati,:”Ya Allah! Jika saya masuk surga kelak, perkenankan saya menjadi tetangga Nani Muhammad dan Orang orang baik seperti guru mengaji saya dan tentu saja penulis buku untuk Bank kaum miskin itu. Muhammad Yunus.” Amin!</span><font face="Times New Roman"> </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrasyahputra.wordpress.com/109/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrasyahputra.wordpress.com/109/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrasyahputra.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrasyahputra.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrasyahputra.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrasyahputra.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrasyahputra.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrasyahputra.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrasyahputra.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrasyahputra.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrasyahputra.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrasyahputra.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrasyahputra.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrasyahputra.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrasyahputra.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrasyahputra.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=109&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/09/15/muhammad-yunus-dan-grameen-bank-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e323ac503c5eb465dec3c84228d5a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrasyahputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Muhammad Yunus Buat Kaum Miskin (bagian 1)</title>
		<link>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/09/15/dari-muhammad-yunus-buat-kaum-miskin-bagian-1/</link>
		<comments>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/09/15/dari-muhammad-yunus-buat-kaum-miskin-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Sep 2007 08:21:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendrasyahputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Catatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/09/15/dari-muhammad-yunus-buat-kaum-miskin-bagian-1/</guid>
		<description><![CDATA[Mengisi akhir pekan saya selalu menyempatkan diri membaca buku. Kesibukan yang tak mengenal waktu karena pekerjaan yang ritmenya tak bisa ditebak,, membuat saya harus menyiapkan waktu pula buat membaca, hobi yang paling saya suka. Minggu ini saya membaca buku Muhammad Yunus, Bank Kaum Miskin. Mendengar nama Muhammad Yunus, tentu tidak asing lagi. Apalagi setelah beliau mendapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=108&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Mengisi akhir pekan saya selalu menyempatkan diri membaca buku. Kesibukan yang tak mengenal waktu karena pekerjaan yang ritmenya tak bisa ditebak,, membuat saya harus menyiapkan waktu pula buat membaca, hobi yang paling saya suka. Minggu ini saya membaca buku Muhammad Yunus, Bank Kaum Miskin. </span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Mendengar nama Muhammad Yunus, tentu tidak asing lagi. Apalagi setelah beliau mendapat nobel perdamaian. Namun kisah yang ditorehkan sosok lelaki Pakistan tersebut, tidak sembarangan. Mendunia dan spektakuler</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Dari seorang teman baik saya, <strong><em>Fahmi Yunus</em></strong>, saya mendapatkan informasi buku ini. Karena tengah bertugas di ujung Pulau Sumatera, saya memesan buku ini dari seorang sepupu saya, <strong><em>Shanty</em></strong>. Trims ya Shanty. </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Muhammad Yunus “teladan perjuangan melawan kemiskinan” (mengutip sebutan Hugo Chavez, Presiden Venezuela untuk beliau) tahun 2006 yang lalu. Saya jadi bertanya-tanya, apa yang telah beliau lakukan buat negara dan perekonomian bangladesh sampai bisa menggugah dunia dan menjadi obyek percontohan buat negara2 berkembang seperti Indonesia. Jadilah pas ketemu buku ini saya langsung semangat untuk membacanya .<span id="more-108"></span></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Buku ini lebih merupakan dokumentasi perjalanan hidup seorang Muhammad Yunus dengan visi, nilai-nilai dan jiwa nasionalisme yang luar biasa. </span></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Dari buku ini saya bisa belajar bahwa keinginan kuat untuk maju dan impian satu orang saja bisa mempengaruhi banyak orang bahkan bisa mempengaruhi suatu negara. <em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Changing the world</span></em>..</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Muhammad Yunus sendiri merupakan dekan ekonomi sebuah Universitas terkenal di Bangladesh. </span></p>
<p></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Dipicu oleh bencana kelaparan yang melanda negerinya, beliau memutuskan untuk keluar dari kampus dan belajar mengenai ekonomi langsung dari masyarakat desa karena Muhammad Yunus merasa teori-teori ekonomi yang diajarkannya di kampus tidak menggambarkan kondisi riil yang ada. Saat itu beliau merasa bahwa keberadaan kampus dan seluruh pendidikan yang diajarkannya, seharusnya bermanfaat paling tidak untuk masyarakat disekelilingnya. Disinilah, Muhammad Yunus mempelajari teori ekonomi baru dari orang2 miskin.</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Atas dasar inilah, Muhammad Yunus berusaha untuk mulai memberikan kredit tanpa agunan kepada kaum2 miskin terutama wanita melalui <em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Grameen Bank</span></em> ato bank pedesaan yang didirikannya. </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Setelah selama lebih dari 24 tahun berdiri, <em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Grameen Bank</span></em> telah berhasil memberikan kredit kepada 7 juta orang miskin di Bangladesh yang 58% peminjamnya telah berhasil diangkat dari kemiskinan. Bagaimana perjalanan beliau dalam mendirikan bank ini dan apa yang mendasari hingga Muhammad Yunus menciptakan jenis bank model baru, maaf anda harus membacanya sendiri. Inilah bagian paling menarik dari buku ini, begitu mengharukan, menyentuh dan menggugah rasa empati kita. </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Bagaimana beliau mendebat, membujuk dan meyakinkan kaum mapan disana untuk ikut bergerak mengentas kemiskinan. Saya yakin, ketika anda membaca buku ini, anda tidak akan ingin berhenti membaca sebelum menyelesaikannya sampai tuntas. </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Hanya dengan Rp 56ribu, buku terbitan marjin kiri setebal 269 halaman, sangat bermanfaat buat semua terutama pemimpin dan pengambil kebijakan negeri ini.</span><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Dari buku ini pula, saya bisa tau sejarah berdirinya negara bangladesh. Negeri satu-satunya di dunia yang ingin merdeka karena perbedaan budaya (bahasa) dengan negara induknya yaitu pakistan. </span><font face="Times New Roman"> </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hendrasyahputra.wordpress.com/108/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hendrasyahputra.wordpress.com/108/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendrasyahputra.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendrasyahputra.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendrasyahputra.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendrasyahputra.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendrasyahputra.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendrasyahputra.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendrasyahputra.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendrasyahputra.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendrasyahputra.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendrasyahputra.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendrasyahputra.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendrasyahputra.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendrasyahputra.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendrasyahputra.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendrasyahputra.wordpress.com&amp;blog=724932&amp;post=108&amp;subd=hendrasyahputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrasyahputra.wordpress.com/2007/09/15/dari-muhammad-yunus-buat-kaum-miskin-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49e323ac503c5eb465dec3c84228d5a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hendrasyahputra</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
