Posted on Oktober 28, 2007 by hendrasyahputra
Wealth without work
Politics withour principles
Business without morality
Scinece without humanity
Pleasure without conscience
Knowlegde without character
Worship without sacrifice
________________(Mahatma Gandhi)_______________
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | Leave a Comment »
Posted on Oktober 25, 2007 by hendrasyahputra
BERITA KEPADA KAWAN
Kamis, 25 Oktober 2007 SEHATKAH ORGANISASI KITA? Di antara parameter yang dapat kita gunakan untuk mengukur keberhasilan BRR dalam menjalankan tugas-tugasnya, adalah kesehatan organisasi kita. Seperti juga terjadi pada manusia, kesehatan organisasi BRR akan menentukan produktivitas dan efektivitas kerja kita. Kesehatan manusia dapat diketahui dengan memeriksa apakah semua organ tubuh berfungsi dengan baik. Jika semua organ itu befungsi dengan sempurna, memenuhi standar-standar tertentu maka tubuh kita terasa sehat, bugar, dan karenanya aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan efektif dan produktif.
Brian Drive (2002), seorang ahli anatomi organisasi melakukan studi kesehatan organisasi dengan melibatkan lebih dari 20.000 manajer di lebih dari 100 negara. Studi itu antara lain menyimpulkan bahwa organisasi yang sehat pada umumya memiliki struktur yang rata dan ramping, di dalamnya terjadi komunikasi yang efektif, keputusan diambil dengan cepat, dekat dengan konstituen, inovatif, dan di dalamnya penuh dengan pribadi-pribadi yang memiliki motivasi tinggi untuk berprestasi.
Studi Brian juga mengidentifikasi sejumlah indikator yang menunjukkan TIDAK SEHAT nya suatu organisasi, sebagai berikut:
- Para Manajer tidak memiliki visi dan prioritas kerja yang jelas
- Para Manajer tidak mampu mengambil keputusan dengan cepat
- Terlalu banyak pekerjaan yang tumpang tindih di sana sini
- Tidak ada hirarki pendelegasian wewenang yang jelas
- Lambat merespon kebutuhan pelanggan/konstituen
- Terlalu banyak rapat, tetapi rapat-rapat itu tidak berjalan efektif
- Loyalitas dan dedikasi anggota organisasi terbelah
- Kapasitas individu tidak digunakan maksimal, banyak waktu terbuang
- Kehilangan kreativitas, tidak ada inovasi
- Kehilangan orang-orang terbaik dan berprestasi
- Waktu kerja yang terlalu panjang dan menekan
Kita semua adalah Manajer dan Pemimpin pada berbagai tingkatan, di lingkungannya masing-masing. Sebagai Manajer kita memiliki tugas dan tanggung jawab untuk terus menjaga kesehatan organisasi agar senantiasa produktif dan efektif. Jika di lingkungan kita mulai terlihat gejala-gejala sebagaimana disebutkan di atas, WASPADALAH!!. Setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintakan pertanggungjawaban.
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | Leave a Comment »
Posted on Oktober 24, 2007 by hendrasyahputra
Telpon Berdering ucap selamat
ratusan sms mengalir, panjatkan syukur
Tiup lilin bersama istri dan anak
makin dewasa, makin tua
makin bijak bertindak
makin dewasa melangkah dan berfikir
butuh doa dan do’a
untuk cinta-Nya
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | 1 Komentar »
Posted on September 18, 2007 by hendrasyahputra
Dari Mustafa Ismail
dalam diammu aku terharu menterjemahkan sejumlah malam
berbaris dalam bahasa dan kenyataan laut
kau melempar aku dalam keheningan terhebat
memandang diri sendiri bercermin matamu
hingga berkali-kali aku minum kehangatan
yang aku sendiri tidak pernah mengertiketika kau katakan hari adalah kesunyian
aku pun terlempar dalam sumur yang kau sediakan
mencoret-coret puisi tentang diri sendiri
yang kehilangan di sejumlah perjalanan
juga tentang perempuan yang kemarin melukis ombak
lalu kembali ke kegelapan
seperti burung-burung kembali menjelang malamkatamu, laut adalah milik semua orang
kau belum cukup mengukur lautku
katakanlah ada angin bernyanyi
dan kita sepakat untuk pulang; tetapi jalanan
belum juga memberi kabar tentang kedatanganku
yang tiba-tiba
hingga waktu menjadi begitu sulit untuk dibaca
seperti rahasianya hidup kita.Sigli, 17 Agustus 1996
DIarsipkan di bawah: Puisi | 2 Komentar »
Posted on September 17, 2007 by hendrasyahputra
Saya sangat menyenangi puisi. Sejak sekolah dasar saya sudah terbiasa menulis. Sajak adalah bahagian tulisan yang saya sukai. Menulis sajak atau puisi seperti menulis keinginan hati yang mengganjal serta kondisi lain yang tengah terjadi. Banyak prestasi yang sedikit banyak teroreh dari sastra dan puisi dalam kehidupan saya. Selain itu saya juga suka membaca puisi, memusikalisasikan puisi adalah juga bahagian dari kesukaan saya. Berikut bahagian lain dari puisi dan cerita berikut juga uraian tentang sajak yang saya sarikan, semoga senang membacanya. Sebelumnya sedikit mengenai manifesto puisi yang sebenarnya :
Manifesto Puisi DI seluruh dunia tidak ada bangsa atau suku bangsa yang tidak mempunyai tradisi puisi, apapun bentuknya dan kekhasannya. Puisi adalah lumbung kekayaan rohani umat manusia.
DI seluruh dunia dari zaman purba, manusia menciptakan puisi dengan fungsi dan tujuan yang bermacam-macam: keagaman, sosial, individual.
PUISI menjadikan hal yang sederhana menjadi aneh, yang mudah dipahami dirumuskan secara berliku-liku, sehingga mengejutkan, malahan bahkan bisa mengelirukan. Tetapi justru keanehan itu menjadikan puisi mengesankan, sukar dilupakan, terpatri dalam ingatan.
PUISI harus berada di pihak manusia korban, manusia yang lemah, yang tertekan, yang terasing atau diasingkan dari kenyataan kekuasan, dari komunikasi kemanusiaan.
DALAM puisi yang memerlukan kesaksian bukanlah kenyataan, bukan fakta dan kekuasaan, melainkan yang mungkin, yang rapuh, yang kelak retak, yang sia-sia.
manifesto Disarikan dari Membikin Abadi yang Kelak Retak,. Kata Pembaca A Teeuw pada buku puisi Goenawan Mohamad ASMARADANA, Gramedia Widiasarana, Jakarta, 1992.
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »
Posted on September 15, 2007 by hendrasyahputra
Pernahkah Anda mendengar nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank? Saya sempat mengeluh dalam hati ketika beberapa anak-anak muda di kantor saya menunjukkan wajah bengong mendengar nama tersebut. Kemana saja mereka selama ini? Apa saja informasi yang ia kunyah sehingga nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank tidak pernah didengarnya? Keterlaluan! Tapi, baiklah!, beberapa di antara kita mungkin sibuk menonton sinetron, Tukul, dan berita kriminal sehari-hari sehingga tidak pernah dengar nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank.
Beliau adalah pemenang Nobel Perdamaian 2006 atas usahanya yang tidak mengenal lelah mengentaskan kemiskinan di Bangladesh dengan mendirikan Grameen Bank, bank khusus untuk dan milik orang miskin.Saya sudah mengagumi orang hebat ini ketika pertamakali membaca beritanya bertahun-tahun lalu. Sebagai ‘lulusan’ orang miskin, saya tahu betapa jarangnya orang yang mau mendedikasikan dirinya untuk membantu orang miskin. Dunia dipenuhi dengan orang-orang yang sibuk mencari kekayaan sendiri dan menganggap orang miskin adalah penyakit sampar yang harus dicurigai dan dijauhi.
Cerita tentang Muhammad Yunus dan Grameen Banknya sangat banyak kita temui di berbagai media. Saya sudah pernah membaca bukunya, artikel-artikel tentangnya, dan bahkan menonton acaranya di Oprah Show. Saya menonton hampir tak berkedip. Ketika Oprah bertanya mengapa ia percaya bahwa orang miskin akan bisa membayar pinjaman tanpa kolateral alias agunan, beliau menjawab :”Fakta bahwa mereka adalah manusia sudah cukup bagi kita untuk mempercayainya.” Dan air mata saya mengalir tanpa bisa saya cegah. Ya, Tuhan! Betapa saya mencintai orang ini. Seandainya saya bisa bertemu, menyentuh, mendengarkan dan berbicara dengannya, sungguh akan merupakan momen yang sangat luar biasa bagi saya. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Kumpulan Catatan | Leave a Comment »
Posted on September 15, 2007 by hendrasyahputra
Mengisi akhir pekan saya selalu menyempatkan diri membaca buku. Kesibukan yang tak mengenal waktu karena pekerjaan yang ritmenya tak bisa ditebak,, membuat saya harus menyiapkan waktu pula buat membaca, hobi yang paling saya suka. Minggu ini saya membaca buku Muhammad Yunus, Bank Kaum Miskin. Mendengar nama Muhammad Yunus, tentu tidak asing lagi. Apalagi setelah beliau mendapat nobel perdamaian. Namun kisah yang ditorehkan sosok lelaki Pakistan tersebut, tidak sembarangan. Mendunia dan spektakuler
Dari seorang teman baik saya, Fahmi Yunus, saya mendapatkan informasi buku ini. Karena tengah bertugas di ujung Pulau Sumatera, saya memesan buku ini dari seorang sepupu saya, Shanty. Trims ya Shanty.
Muhammad Yunus “teladan perjuangan melawan kemiskinan” (mengutip sebutan Hugo Chavez, Presiden Venezuela untuk beliau) tahun 2006 yang lalu. Saya jadi bertanya-tanya, apa yang telah beliau lakukan buat negara dan perekonomian bangladesh sampai bisa menggugah dunia dan menjadi obyek percontohan buat negara2 berkembang seperti Indonesia. Jadilah pas ketemu buku ini saya langsung semangat untuk membacanya . Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Kumpulan Catatan | Leave a Comment »
Posted on September 14, 2007 by hendrasyahputra
BAGAI tidak ada lagi kenyamanan menyaksikan matahari terbenam di Pantai Ujong Batee, Banda Aceh. Padahal, di pantai ujung Pulau Sumatera itu adalah posisi yang paling tepat menyaksikan matahari terbenam di laut Samudera Hindia. Di sebelah kanan dari posisi Pantai Ujong Batee hanya ada Pulau Weh di laut bebas persis di pintu masuk Selat Malaka, sementara sebelah kirinya Pulau Aceh di Samudera Hindia. Pekan lalu, matahari di ufuk barat itu ada di antara dua pulau tersebut, dan sangat indah untuk menyaksikannya terbenam.
Cemara yang hidup alami melambai dan menimbulkan desauan akibat angin pantai. Beberapa monyet yang hidup liar di sana bagai pergi tergopoh meninggalkan lokasi mereka bercanda sebelumnya. Satu tandan kecil pisang telah dihabisinya.
Di badan jalan yang mendaki pada sebuah bukit, satu sepeda motor yang membawa keranjang ikan dipacu kencang. Setelah itu tak ada kendaraan yang melintas. Suara jangkrik pun mulai bermunculan.
“Ada perasaan kurang enak, ketika hendak kembali ke kota,” kata seorang rekan yang baru dua hari berada di Aceh.
Dapat dimaklumi kegusaran hatinya. Sebab perjalanan dari Banda Aceh ke Ujong Batee pun siang harinya tak seperti dulu lagi, banyak rumah rumah dan pepohonan rindang (meski tak semua musnah akibat gempa dan tsunami) hamper tiga tahun yang lalu
Jalanan di ambang senja itu telah sepi. Angkutan umum tidak terlihat lagi. Melintas dengan sepeda motor, apalagi malam hari dari pantai itu ke Banda Aceh yang berjarak sekitar 20-an kilometer, dapat dianggap sebagai sesuatu yang nekat. Lebih ekstremnya, tindakan konyol. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | Leave a Comment »
Posted on September 5, 2007 by hendrasyahputra
Oleh oleh dari Osman Affan buat semua
Ada beberapa alasan popular yang digunakan oleh pelajar bermulut laser mengapa mereka lebih suka bermulut laser daripada tidak. Antara alasan mereka ialah, “Saya tidak suka bercakap bohong.
Saya cakap perkara yang benar sahaja walaupun benda itu menyakitkan orang yang mendengarnya”, atau “Saya bukan nak sakitkan hati sesiapa, saya cakap benda yang betul. Kalau ada orang terasa, nasib la…”, atau “La… cakap sikit pun nak sakit hati ke…. masuk dalam hutan la kalau tak nak sakit hati….” Pada pendapat peribadi saya, memang tidak salah kalau kita bercakap benar, memang itu yang patut kita lakukan. Namun, saya percaya, pelajar yang bermulut laser selalunya tidak tahu alternatif kepada cara untuk menuturkan apa yang mereka mahu katakan.
Contohnya, bila anda melihat seorang kawan memakai baju yang kelihatan agak kotor, pelajar bermulut laser akan kata, “kau tak basuh baju kau ke??Nampak kotor sangat ni…”. Alternatif kepada soalan itu ialah, “Baju kau kena apa?” atau lebih mudah, “kenapa baju kau kotor?”.Apa yang saya hendak tunjukkan di sini ialah, pelajar bermulut laser selalunya terus membuat andaian negatif kepada apa yang mereka lihat. Jadi, tips hari ini ialah, jika anda lihat sesuatu, elakkan daripada menyoal soalan yang diikuti dengan andaian yang negatif. Jika anda lihat kawan anda lambat ke sekolah dan mahu tanya sebabnya, anda cuma perlu tanya “kenapa kau lambat tadi?”, jangan tanya begini, “Kenapa kau lambat, bangun lambat eh…? Ni mesti tak sembahyang subuh pagi-pagi ni….”.
Hmmmm… ana boleh bayangkan apa perasaan kawan anda apabila anda bertanya dengan soalan berbentuk laser itu.Soalan yang tidak laser selalunya lebih pendek dan tidak menyakitkan hati. Anda perlu ingat, apabila anda tamat belajar nanti, anda mungkin jumpa orang-orang yang bermulut laser. Anda akan dapat lihat bahawa orang-orang begini selalunya dijauhi oleh kawan-kawan yang lain. Apa yang menyedihkan, orang yang bermulut laser ini tidak sedar yang dia sedang dipulaukan. Jadi, dia terus seronok dengan tabiat mulut lasernya. Bukankah ini sangat menyedihkan?
DIarsipkan di bawah: Kisah Humanis | Leave a Comment »
Posted on September 5, 2007 by hendrasyahputra
Masalah yang begitu kompleks yang sering dihadapi oleh para manajer adalah dalam menghadapi tingkah laku karyawan. Keadaan ini bisa menjadi tekanan dan bahkan tantangan dalam menerapkan aspek etika kerja seperti ketidak-jujuran, ketidak-disiplinan, ketidak-adilan, kecurangan pertanggung-jawaban administrasi, keegoan dsb. Karena itu munculah perhatian yang besar bagaimana caranya agar para karyawan dan tentunya juga manajer bekerja dengan standar etika tertentu.
Etika kerja adalah aturan normatif yang mengandung sistem nilai dan prinsip moral yang merupakan pedoman bagi karyawan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dalam perusahaan. Agregasi dari perilaku karyawan yang beretika kerja merupakan gambaran etika kerja karyawan dalam perusahaan. Karena itu etika kerja karyawan secara normatif diturunkan dari etika bisnis. Bahkan dia diturunkan dari perilaku etika pihak manajemen.
Konsekuensinya, etika tidak diterapkan atau ditujukan hanya untuk para karyawan saja. Artinya kebijakan manajemen yang menyangkut karyawan seharusnya pula beretika, misalnya keadilan dan keterbukaan dalam hal kompensasi, karir, dan evaluasi kinerja karyawan. Termasuk dalam menerapkan gaya kepemimpinan yang integratif. Jadi setiap keputusan etika dalam perusahaan tidak saja dikaitkan dengan kepentingan manajemen tetapi juga karyawan.
Sumber : Prof Sjafrie Mangkuprawira
DIarsipkan di bawah: Belajar Manajemen | Leave a Comment »