The Journey Of Hendra

sebuah catatan perjalanan

Hillary, Logika Amerika dan Semangat Kemenangan

Posted by hendrasyahputra pada Januari 21, 2010

Kamis *19/02/09. Jam di tangan saya menunjukan pukul 09.00 WIB. Saya duduk di depan TV, yang channel siaranya saya arahkan ke RCTI, yang jam ini menayangkan siaran langsung acara music Dahsyat. Jika tidak hari Sabtu dan Minggu, saya jarang menonton acara tersebut (karena beradu dengan jam kantor), namun kali ini saya siapkan waktu, karena bintang tamunya Hillary Clinton

Siapa yang tak mengenal Hillary. Perempuan sempurna, cantik dan cerdas itu, pernah menjadi istri orang nomor satu Amerika, Bill Clinton, beberapa tahun yang lalau. Kecerdasannya diyakini banyak orang penjadi kunci utama kemenangan Presiden Bill Clinton, pada saat kampanye pemilihan Presiden Amerika, saat itu Baca entri selengkapnya »

Posted in Tulisan | Leave a Comment »

Takdir : Berjuang untuk berserah

Posted by hendrasyahputra pada Januari 21, 2010

(testimoni untuk Achsan Indriadi)

“Kataballohu maqoodiirol kholaaiqo qobla ayyakhluqossamaawaati
wal ardho bi khomsiina alfa sanatin. (Allah telah menulis qodar-qodar nya makhluk limapuluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi – H.R. Muslim dalam Kitabul Qodar)”

***
Sore itu tidak sama seperti sore yang lain. Di dalam benak ku, semua mendadak menjadi gelap. “Masya Allah”, lafadz ku dalam hati dengan bibir bergerak. Aku kaget luar biasa. Kabar yang kudapat dari e-mail,dari sabahat yang sudah seperti adik ku sendiri Dawud Abd, benar-benar membuat sekujur tubuhku lemas seperti tak bisa di gerakan. Achsan Indriadi, sahabatku yang baik divonis dokter terkena penyakit yang sekarang paling ditakuti, H5N1 alias flu burung. Penyakit yang mematikan. “Ya Allah”, kami pasarah padamu. Aku terduduk lemas, semua mendadak gelap dalam benak ku. Baca entri selengkapnya »

Posted in Kisah Humanis | Leave a Comment »

Milyar Cinta Untuk Geby dan Caesar

Posted by hendrasyahputra pada Februari 11, 2008

Seribu Cinta buat Geby dan Caesar

Seribu telpon, seribu cumbu, seribu canda, terurai

Seribu kasih sayang, bahkan milyaran dekapan untukmu, cinta

Tak luput dari rindu, setiap pejaman mata, adalah dekapmu

Perjalanan fikirkupun bergumam

Aku teramat mencintaimu..

Semua candamu adalah rindu

Semua  ungkapan malumu adalah banggaku

Kisah ini tak pernah sempurna

Tanpa hadirmu

Milyaran cinta untumu

    

Posted in Ruang Geby dan Caesar | 1 Comment »

Menunggu Senja di Mata Ibu ( Aceh)

Posted by hendrasyahputra pada November 13, 2007

1

Pada matamu yang bening, Ibu
aku melihat lautan jauh
Kurasakan gelora semesta dalam kerut kelopak yang mulai menuaMengenal hati dan perasaanKetika aku tak bisa lagi menawar marahmu 

2

Kucoba obatiPerihLukaCerca yang mengembaraKetika kau mulai dipaksaMenjual namamu untuk sebuah keangkuhan yang harus digadaikan

3

Kulihat jejak-jejak langkah kecil tertatih dalam letih matamuBerkelana di ratusan jiwa
Menghadirkan cinta tanpa Cinta.
Kutemukan semesta berhenti dalam genggaman bencimu

Hingga laut pecah dalam rintihanmu
Membawa persik pelipur lara
Yang disematkan di atas rumahmu
 Ibu maafkan kami

Membuat engkau terluka

(Kepada Aceh kutulis goresan ini)

Posted in Kisah Humanis, Puisi, Uncategorized | Leave a Comment »

Sajak Bahagian Hidupku

Posted by hendrasyahputra pada September 17, 2007

Saya sangat menyenangi puisi. Sejak sekolah dasar saya sudah terbiasa menulis. Sajak adalah bahagian tulisan yang saya sukai. Menulis sajak atau puisi seperti menulis keinginan hati yang mengganjal serta kondisi lain yang tengah terjadi. Banyak prestasi yang sedikit banyak teroreh dari sastra dan puisi dalam kehidupan saya. Selain itu saya juga suka membaca puisi, memusikalisasikan puisi adalah juga bahagian dari kesukaan saya. Berikut bahagian lain dari puisi dan cerita berikut juga uraian tentang sajak yang saya sarikan, semoga senang membacanya. Sebelumnya sedikit mengenai manifesto puisi yang sebenarnya :

Manifesto Puisi DI seluruh dunia tidak ada bangsa atau suku bangsa yang tidak mempunyai tradisi puisi, apapun bentuknya dan kekhasannya. Puisi adalah lumbung kekayaan rohani umat manusia.

DI seluruh dunia dari zaman purba, manusia menciptakan puisi dengan fungsi dan tujuan yang bermacam-macam: keagaman, sosial, individual.

PUISI menjadikan hal yang sederhana menjadi aneh, yang mudah dipahami dirumuskan secara berliku-liku, sehingga mengejutkan, malahan bahkan bisa mengelirukan. Tetapi justru keanehan itu menjadikan puisi mengesankan, sukar dilupakan, terpatri dalam ingatan.

PUISI harus berada di pihak manusia korban, manusia yang lemah, yang tertekan, yang terasing atau diasingkan dari kenyataan kekuasan, dari komunikasi kemanusiaan.

DALAM puisi yang memerlukan kesaksian bukanlah kenyataan, bukan fakta dan kekuasaan, melainkan yang mungkin, yang rapuh, yang kelak retak, yang sia-sia.

manifesto Disarikan dari Membikin Abadi yang Kelak Retak,. Kata Pembaca A Teeuw pada buku puisi Goenawan Mohamad ASMARADANA, Gramedia Widiasarana, Jakarta, 1992.  

Posted in Puisi | Leave a Comment »

Muhammad Yunus dan Grameen Bank (2)

Posted by hendrasyahputra pada September 15, 2007

Pernahkah Anda mendengar nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank? Saya sempat mengeluh dalam hati ketika beberapa anak-anak muda di kantor saya menunjukkan wajah bengong mendengar nama tersebut. Kemana saja mereka selama ini? Apa saja informasi yang ia kunyah sehingga nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank tidak pernah didengarnya? Keterlaluan! Tapi, baiklah!, beberapa di antara kita mungkin sibuk menonton sinetron, Tukul, dan berita kriminal sehari-hari sehingga tidak pernah dengar nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank.

Beliau adalah pemenang Nobel Perdamaian 2006 atas usahanya yang tidak mengenal lelah mengentaskan kemiskinan di Bangladesh dengan mendirikan Grameen Bank, bank khusus untuk dan milik orang miskin.Saya sudah mengagumi orang hebat ini ketika pertamakali membaca beritanya bertahun-tahun lalu. Sebagai ‘lulusan’ orang miskin, saya tahu betapa jarangnya orang yang mau mendedikasikan dirinya untuk membantu orang miskin. Dunia dipenuhi dengan orang-orang yang sibuk mencari kekayaan sendiri dan menganggap orang miskin adalah penyakit sampar yang harus dicurigai dan dijauhi.

Cerita tentang Muhammad Yunus dan Grameen Banknya sangat banyak kita temui di berbagai media. Saya sudah pernah membaca bukunya, artikel-artikel tentangnya, dan bahkan menonton acaranya di Oprah Show. Saya menonton hampir tak berkedip. Ketika Oprah bertanya mengapa ia percaya bahwa orang miskin akan bisa membayar pinjaman tanpa kolateral alias agunan, beliau menjawab :”Fakta bahwa mereka adalah manusia sudah cukup bagi kita untuk mempercayainya.” Dan air mata saya mengalir tanpa bisa saya cegah. Ya, Tuhan! Betapa saya mencintai orang ini. Seandainya saya bisa bertemu, menyentuh, mendengarkan dan berbicara dengannya, sungguh akan merupakan momen yang sangat luar biasa bagi saya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Kumpulan Catatan | Leave a Comment »

Kemahiran Berkawan (1)

Posted by hendrasyahputra pada September 5, 2007

Oleh oleh dari Osman Affan buat semua

Ada beberapa alasan popular yang digunakan oleh pelajar bermulut laser mengapa mereka lebih suka bermulut laser daripada tidak. Antara alasan mereka ialah, “Saya tidak suka bercakap bohong.

Saya cakap perkara yang benar sahaja walaupun benda itu menyakitkan orang yang mendengarnya”, atau “Saya bukan nak sakitkan hati sesiapa, saya cakap benda yang betul. Kalau ada orang terasa, nasib la…”, atau “La… cakap sikit pun nak sakit hati ke…. masuk dalam hutan la kalau tak nak sakit hati….” Pada pendapat peribadi saya, memang tidak salah kalau kita bercakap benar, memang itu yang patut kita lakukan. Namun, saya percaya, pelajar yang bermulut laser selalunya tidak tahu alternatif kepada cara untuk menuturkan apa yang mereka mahu katakan.

Contohnya, bila anda melihat seorang kawan memakai baju yang kelihatan agak kotor, pelajar bermulut laser akan kata, “kau tak basuh baju kau ke??Nampak kotor sangat ni…”. Alternatif kepada soalan itu ialah, “Baju kau kena apa?” atau lebih mudah, “kenapa baju kau kotor?”.Apa yang saya hendak tunjukkan di sini ialah, pelajar bermulut laser selalunya terus membuat andaian negatif kepada apa yang mereka lihat. Jadi, tips hari ini ialah, jika anda lihat sesuatu, elakkan daripada menyoal soalan yang diikuti dengan andaian yang negatif. Jika anda lihat kawan anda lambat ke sekolah dan mahu tanya sebabnya, anda cuma perlu tanya “kenapa kau lambat tadi?”, jangan tanya begini, “Kenapa kau lambat, bangun lambat eh…? Ni mesti tak sembahyang subuh pagi-pagi ni….”.

Hmmmm… ana boleh bayangkan apa perasaan kawan anda apabila anda bertanya dengan soalan berbentuk laser itu.Soalan yang tidak laser selalunya lebih pendek dan tidak menyakitkan hati. Anda perlu ingat, apabila anda tamat belajar nanti, anda mungkin jumpa orang-orang yang bermulut laser. Anda akan dapat lihat bahawa orang-orang begini selalunya dijauhi oleh kawan-kawan yang lain. Apa yang menyedihkan, orang yang bermulut laser ini tidak sedar yang dia sedang dipulaukan. Jadi, dia terus seronok dengan tabiat mulut lasernya. Bukankah ini sangat menyedihkan?   

Posted in Kisah Humanis | Leave a Comment »

MEMBANGUN ETIKA KERJA

Posted by hendrasyahputra pada September 5, 2007

Masalah yang begitu kompleks yang sering dihadapi oleh para manajer adalah dalam menghadapi tingkah laku karyawan. Keadaan ini bisa menjadi tekanan dan bahkan tantangan dalam menerapkan aspek etika kerja seperti ketidak-jujuran, ketidak-disiplinan, ketidak-adilan, kecurangan  pertanggung-jawaban administrasi, keegoan dsb. Karena itu munculah perhatian yang besar bagaimana caranya agar para karyawan dan tentunya juga manajer bekerja dengan standar  etika tertentu.         

Etika kerja  adalah aturan normatif yang mengandung sistem nilai dan prinsip moral yang merupakan pedoman bagi karyawan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dalam perusahaan. Agregasi dari perilaku karyawan yang beretika kerja merupakan gambaran etika kerja karyawan dalam perusahaan. Karena itu etika kerja  karyawan secara normatif diturunkan dari etika bisnis. Bahkan dia diturunkan dari perilaku etika pihak manajemen.         

Konsekuensinya,  etika tidak diterapkan atau ditujukan hanya untuk para karyawan saja. Artinya kebijakan manajemen yang menyangkut karyawan seharusnya pula beretika, misalnya keadilan dan keterbukaan dalam hal kompensasi, karir, dan evaluasi kinerja karyawan. Termasuk dalam menerapkan gaya kepemimpinan yang integratif. Jadi setiap keputusan etika dalam perusahaan tidak saja dikaitkan dengan kepentingan manajemen tetapi juga karyawan. 

Sumber : Prof Sjafrie Mangkuprawira

Posted in Belajar Manajemen | 1 Comment »

ANTITHESIS : One More….In The Name of Love

Posted by hendrasyahputra pada September 5, 2007

Just story……………

Byron and I spent the weekend, in part, examining our ministry at C3 through the eyes of someone coming in from the outside. As Byron announced on Sunday, Josh Wilson (lead singer of Riverdale) is coming to be a part of the C3 team- He’s moving to Orlando for no other reason than to be a part of what God’s doing here in, and through, this community of faith.It’s often difficult for us to explain the C3 reality – and what it’s cost – to other Christians (especially if they’ve grown up in church or been a part of a ministry for any length of time). It’s hard for them to truly know what it’s been like, or how passionately we feel about our mission. It’s hard…but not impossible.

I think the best way is to do what he did for the past few days: live it with us, be a part of our family, sit in our sunroom (where the air is out AGAIN) and experience what it’s like to dream huge dreams for the Kingdom – and be willing to pay the price to see those dreams come true. This mission isn’t taught it’s caught…it’s absorbed.So, as we let Josh “in” to our crazy, hectic, non-airconditioned world, we were reminded again of our own calling. When you see others willing to turn their lives upside down to do something unique and different…to break out of the bondage of what’s safe and normal, it re-inspires you to keep going. It gives us hope that their are still those out there that are willing to put it all on the line, to put all their eggs in one basket and all their cards on the table…They are all in.

That’s an exciting and terrifying place to be…and it’s so C3!So, just when we begin to feel like there is no one outside of our little team/family that “gets it” – and that you don’t want to bring anyone in close because they will surely bolt when things get tough (and things always get tough), God allows a reminder of the mission. He says, “I know you’ve been casting your nets all night and you come up feeling empty, but lower your nets one more time” – (I know you don’t trust that very many people can/will stick with you in this mission because it can hurt like…crazy, but just trust one more time) – Lower your nets one more time…and leave the results to Me.And in being reminded of how crazy and huge our dreams are for O’town and the Kingdom, we remember again the call to obedience: “Take up your cross and follow Me“.  

So, we pick it up and follow – trusting and hoping that others are with us, following also – but knowing that even if no one else makes the journey, we can do nothing else but walk on.Seeing Josh’s eagerness and passion for “Connecting the Community with Christ”, also reminded me of how grateful I am for those who have sacrificed to stay true to the mission – and there is not one who has stayed that has not sacrificed something – Heaven will look different because of your tears. Thanks for making this journey with us when so many choose an easier path.So, on this hot “Labor Day”, I guess it’s fitting that I refocus on my calling: Obedience. Everything else is secondary.Walk on!Peace. 

Posted in Kisah Humanis | Leave a Comment »

Democracy, Poverty & Radical Politics

Posted by hendrasyahputra pada September 4, 2007

Democracy is fine for those whose basic human needs (food, shelter, clothing, access to electricity, clean water, education) have been met. But for a large number of Indonesian (39 million living on less than 2 dollars per day; 10 million openly unemployed; 15 million families having to receive direct cash transfers) democracy has little personal meaning. The biggest challenge for President Yudhoyono is to attack mass poverty, overcome inequities in development and combat corruption. Radical groups, be they be religious or secular based, pose a threat to Indonesia’s democracy.

But hope remains that within the next 3 years the threat of radical and violent extremism can be mitigated and that as democracy is underpinned by broad based social-economic development, Indonesia’s democracy can be salvaged and made sustainable. The following new analysis from a recent Reuters report sheds light on the socal-economic dimensions of Indonesia’s democracy. Baca entri selengkapnya »

Posted in Belajar Politik dan Pemerintahan | Leave a Comment »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.